Langsung ke konten utama

MATERI DAN RESUME KELAS MENULIS ONLINE


SIOMAY
Oleh : Nowo Beny Harjito
SMAN 4 Kediri Jawa Timur

Siomay...mungkin tak asing lagi di telinga kita. Sebuah makanan yg banyak di gemari kalangan menengah ke bawah. Karena harganya ataupun karena hal yg lainnya. Tentunya semua orang mempunyai alasan tertentu dalam menikmatinya. Siomay yg sekarang menjadi salah satu street food di Indonesia telah menjadi favorit tersendiri bagi pecinta kuliner jalanan di Indonesia.  Mungkin bnyk kalangan yg menganggap bahwa Siomay berasal dari bandung. 
Menurut sebuah situs    https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08682184/suka-makan-siomay-yuk-cari-tahu-asal-usulnya   Siomay diduga berasal dari Mongolia Dalam. Dalam bahasa Mandarin, siomay disebut shaomai, dalam bahasa Kanton disebut siu maai, sedangkan dalam dialek Beijing, disebut shaomai.
Siomay kini telah menyatu dg lidah para pecinta kuliner di Indonesia dan ini merupakan tantangan bagi para pembuat kuliner di Indonesia agar kuliner tradisional Indonesia sendiri bisa menjadi makanan favorit bagi rakyat Indonesia khususnya bagi kalangan ABG Indonesia. 




KETOPRAK
Oleh :
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 KOTA KEDIRI

Ketoprak……
Satu nama dengan dua maksud yang berbeda. Tapi bernasib sama.
“Basuki ayo ikut aku ke Pasar Malam lihat Ketoprak ?” ajak si Mandra yang berasal dari Betawi kepada Basuki yang berasal dari Solo. Dengan mengagguk dan penuh rasa senang Basuki mengikuti Mandra. Basuki mengikuti langkah Mandra menuju pasar malam.Tampak bertanya-tanya Basuki melihat Mandra menghampiri seseorang pedagang. “ Bang bikinin dua ya !” kata Mandra kepada orang tersebut. Tak lama kemudian dua piring  makanan segera datang. Sambil makan si Basuki bertanya kepada Mandra. “ kamu suka ketoprak juga ya Jok ?”. ” Ya benar “ sahut Mandra. “ Kira-kira apa ya judul lakonnya Ketoprak nanti ?”
Dengan penuh tanda tanya si Mandra memandang heran kepada Basuki. Dan sesaat kemudian Mandra tertawa terbahak-bahak saat ingat dari mana Basuki itu berasal.



ANAK
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 KEDIRI
Anak…setiap orang pasti pernah menjadi anak. Karena anak adalah nama atau sebutan dari sebuah proses manusia tumbuh. Dulu masih kuingat saat saya masih kecil , begitu masih kuingat kenakalanku ketika itu. Orangtua ku dulu begitu cerewetnya saat aku begitu pulang dari bermain selalu diomelin. Dulu kuanggap ibuku begitu cerewet sekali. Yang setiap hari mengomeli aku baik itu saat pagi ketika bangun tidur bahkan sampai malam menjelang tidur. Dulu kuanggap ayahku begitu jahatnya saat aku pulang terlambat.
. Anak …sebuah keinginan dari setiap pasangan yang memulai dari suatu pernikahan. Anak merupakan idaman bagi seluruh keluarga. Anak yang sholeh/sholehah merupakan dambaan bagi seorang pasangan suami istri. Tanggung jawab orang tua sangat besar sekali terhadap anak-anaknya. Mereka harus merawat, mengajari, membiayai, mensekolahkan dan mendidik anaknya untuk menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab ketika dewasa nanti. Mereka menyiapkan anaknya untuk siap bersosial dan bermasyarakat serta menjadi generasi penerus keluarganya.Anak dalam agama Islam merupakan suatu titipan dari Allah yang harus kita rawa, jaga dan kita didik secara benar sesuai dengan ajaran agama Islam. Anak merupakan karunia Allah yang nantinya akan menjadi suatu pertanggungjawaban kita sebagai orangtua kelak di Akhirat. Jika kita mendidik anak sesuai dengan ajaran agama maka kelak anak kita akan menjadi kebanggan kita di dunia dan akhirat. Karena memiliki anak sholeh dan sholehah akan menjadi bekal bagi orang tuanya agar mendapatkan amalan yang tidak pernah putus walau sudah meninggal. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam Hadist berikut ini : “Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (HR. Muslim). Doa yang paling diharapkan oleh orangtua adalah doa anak yang sholeh dan sholehah, seperti yang  biasa kit abaca dahulu bahkan sampai sekarang , “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”
Sekarang baru saya menyadari bahwa kecerewetan ibuku dan juga kedisiplinan ayahku mendidikku kini berbuah kebaikan bagi diriku. Kini kutahu bahwa apa yang dilakukan ayah ibuku kepada anaknya nantinya akan menjadikan anaknya menjadi seorang yang sholeh ataupun sholehah, kini kutahu kenapa orangtuaku berlaku seperti itu karena kecintaan mereka kepadaku….Sekarang tanggung jawab yang dulu pernah dilakukan orangtuaku kini aku mulai merasakan betapa berat menjadi orangtua mendidik anak-anak…..I LOVE MY MOTHER…I LOVE MY FATHER….
 


RESUME MATERI PERTEMUAN KE 3
Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial
Oleh : Nowo Beny Harjito,S.Pd
SMAN 4 KEDIRI JAWA TIMUR

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial
Narasumber : Naim AB Ibnu Solihin

Pak Naim merupakan salah satu pegiat Pendidikan yang menggeluti Bloger sejak tahun 2014. Beliau aktif menulis di Bloger miliknya secara rutin menulis semua permasalahan pendidikan dan konten-konten pendidikan lewat Blog. Bagi pak Naim bloger merupakan nafas hidup kesehariannya dalam bekerja dan beribadah.
Pertama kali p. Naim menshare blog yang telah beliau buat untuk di akses oleh semua peserta https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/ pak Naim juga menceritakan bahwa beliau telah membagikan secara Gratis lebih dari 250 materi training di slideshare.net. yang telah dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali setiap tahunnya.
Pak Naim juga mengatakan bahwa Kita bisa berteman melalui media sosial yang saya miliki Instagram @motivatorpendidikancom, “ saya juga membagikan kegiatan saya di Channel YouTube Motivator Pendidikan Com” kata pak Naim. Kemudian pak Naim berbagi pengalaman bagaimana beliau  membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial. Pak Naim menceritakan bahwa p. Naim telah mengawali membuat Blog sejak tahun tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu saya ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar, kata pak NAIM  Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati. Lebih dari 10 blog pernah saya buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah saya hapus semua.  
Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  saya mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama. Akhirnya di tahun 2013 beliau mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman. Dan di tahun tahun 2014 pak Naim  dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek. Di tahun Tahun 2014 juga awal pak Naim  mulai membangun Branding lewat blog.
Perjalanan pak NAIM  membangun Branding bisa dibaca di profil PAK naim pada link di atas. Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 pak NAIM melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang beliau isi. Sebelum website tersebut di launching, pak Naim banyak mencurahkan gagasan saya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com. Menurut pak Naim  membangun branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan. saran pak Naim membangun branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan. Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin" ( salah satu contoh sukses kita menulis di dalam blog ).
Pak Naim juga menceritakan tentang menulis dan membangun Branding telah mengantarkan beliau  keliling Indonesia, saya telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial beliau bagikan lewat link di bawah ini:  
https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos


RESUME 4
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 7
Selasa, 31 Maret 2020

Nowo Beny Harjito
SMAN 4 KEDIRI

Pada pembelajaran kali ini belajar menulis online ke-4 ini diisi oleh Ibu Sri Sugiastuti. Beliau telah menulis 15 buku. Beliau seorang guru yang juga pegiat literasi dan menjadi penulis aktif di berbagai komunitas literasi.
Tujuan menulis menurut ibu Sri Sugiastuti adalah
1.Berbagi pengalaman
2.Memotivasi diri sendiri dan orang lain
3. Supaya selalu dikenang walaupun penulis tersebut telah wafat
Beliau  sampaikan beberapa trik untuk kita dapat menulis.
1. Mencoba untuk terus menulis
2. Menulis yang dipublikasikan, artinya tulisan kita ditulis di blog atau media sosial lainnya sehingga       tulisan kita dapat dibaca banyak orang
3. Berkumpul dengan orang yang satu passion dengan kita
4. Saling mengingatkan satu dengan yang  lain
5.  Memiliki target untuk menulis
6. Memori atau tulisan yang terpendam  dapat kita pilah dengan menggunakan  mind mapping.
Beliau jelaskan juga bila seseorang akan membuat buku, maka seseorang itu dapat membuat buku secara individu maupun antologi. Kumpulan artikel atau tulisan jika akan dibukukan maka harus memenuhi jumlah halaman yang dibutuhkan. Untuk jumlah halaman yang dapat dinilaikan atau diperhitungkan angka kreditnya, maka jumlahnya minimal 60 halaman. Tetapi untuk kebutuhan yang lain seperti buku kumpulan puisi dan tidak ingin dinilaikan, kurang dari 60 halaman tidak masalah. Sedangkan untuk buku-buku yang lain, seberapa standarnya sesuai apa yang kita ingin tuliskan. Misalnya buku itu tuntas 100 halaman maka kita tuntaskan untuk 100 halaman itu. Namun jika kita anggap cukup dari kerangka buku itu misalnya pada 17 sub judul atau hanya 11 tapi artikelnya lebih dari 1500 tidak masalah. Tergantung pada layoutnya.
Itulah beberapa materi yang telah disampaikan oleh ibu Sri Sugiastuti pada malam itu.




SERATUS RIBU



Seratus Ribu….
Sedih jika kulihat uang seratus ribu…
Sedih jika kulihat memandang negeriku dengan melihat uang seratus ribu

Menatap uang seratus ribu teringat kebanggaanku pada bangsaku yang dulu
Melihat uang seratus ribu teringat semangat para pejuang yang dulu
Memegang uang seratus ribu terasa semangat pengorbanan para Founding Father terdahulu

Kini ….
Seratus ribuku yang dulu kini hilang kewibaannya
Seratus ribuku yang dulu kini raib semangatnya
Seratus ribuku yang dulu kini telah lemah tak berarti
Hilang bersama keserakahan para politisi
Hilang bersama keserakahan penerusnya
Hilang bersama para pengkhianat bangsa



Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh
Pertemuan Ke 5
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 Kediri

Belajar jarak jauh. Pembelajaran membutuhkan 3 hal penting jika ingin terlaksana, yang pertama adalah guru, kedua siswa dan ketiga ruang kelas. Ketiga komponen tersebut haruslah ada. Ruang kelas sekarang bisa  berbentuk virtual. Karena dengan adanya kecanggihan teknologi seperti ini ruang kelas tidaklah menjadi suatu permasalahan. Pada pertemuan ini yang dipandu oleh bapak Bapak Indra Charismiadji, memaparkan tentang 4 pilar pendidikan menurut Unesco yaitu :
1. Learning To Know (Belajar untuk tahu)
2. Learning To Do (Belajar untuk melakukan)
3. Learning To Be (Belajar untuk menjadi)
4. Learning To Live Together (Belajar untuk hidup bersama)
Di masa sekarang revolusi industri 4.0 semakin banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh teknologi terkini. Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang efektif adalah menggunakan LMS (Learning Managemen System).
Menurut bapak Indra ada tiga hal kunci penting sebagai framework dalam dunia pendidikan, yaitu :
1.    Infrastruktur. berkaitan dengan apa yang akan kita gunakan dalam pembelajaran? Apakah akan terus menerus Streaming video? Terus menerus ceramah? Maksimalkan pembelajaran online dan offline.
2.    Infostruktur. Setiap sekolah sebaiknya bisa punya domain sekolah untuk web atau untuk pembelajaran daring. Pusat data yang terpadu. Informasi yang menyatu sekaligus aman.
3.    Infokultur. Kultur era digital harus dibangun dan dibiasakan di lingkungan sekolah.
Ketiganya harus ada jika ingin pendidikan di abad 21 menjadi optimal. Konsep 3I Framework ini menjadi perbincangan hangat dalam diskusi. Sebagai mana kita ketahui, Indonesia adalah Negara kepulauan dengan masyarakat yang beragam dan rata-rata kondisi perekonomiannya belum setabil. Kondisi geografis dan status ekonomi ini menjadi salah kendala dalam infrastruktur pendidikan digital. Serta keadaan jaringan yang tidak merata di Indonesia juga merupakan salah satu kendala.


PERTEMUAN KEENAM
MENULIS MOMEN SPESIAL SAAT MENGAJAR
 Bapak Munif Chatib


Pada pertemuan keenam ini ada yang berbeda daripada pertemuan yang sebelumnya. Pertemuan keenam ini dengan pemateri bapak Munif Chatib disajikan dengan menggunakan media Video Youtube dari bapak Munif Chatib.
Bapak munif chatib menceritakan , bahwa sebagai guru kita sering tidak menyadari adanya suatu momen special yang terjadi di saat kita sedang melaksanaan tugas kegiatan belajar di dalam kelas. Moment special itu sering kita lewati begitu saja. padahal moment special jika kita tulis akan menjadikan sebuah tulisan yang sangat special. Karena setiap moment itu sangatlah berharga bagi sebuah karya tulis.
Dalam penjelasannya, Bapak Munif Chatif menguraikan :
Spesial Moment Dapat Mendatangkan Berkah Bila Guru Tahu Rahasianya
Kunci pokok untuk mendapat spesial moment, adalah kepekaan guru dalam mengajar dan memperhatikan siswanya.
Momen special menjadi pintu masuk ke Memori Jangka Panjang tak terlupakan seumur hidup. Momen spesial adalah kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.
Momen spesial meliputi :
a.  Perubahan motivasi
    Semula tidak berminat menjadi berminat atau sebaliknya.
b.  Perubahan kemampuan
     Semula tidak ammpu menjadi mampu, atau sebaliknya
c.  Perubahan sikap
    Semula tidak rajin menjadi rajin atau sebaliknya.

Tahapan menulis momen spesial :
  1. Catat / rekam kejadian momen spesial saat terjadi, jangan ditunda
  2. Eloborasi, mancari data-data pendukung terhadap momen spesial. Data fakta, atau bertanya, imajinasi.
  3. Menulis dalam bentuk artikel bebas.
Cara menulis momen spesial menurut Bapak Munif Chatib:
1.       Untuk awal tulis saja semampu kita tanpa kita khawatir salah dalam kaidah penulisan
2.       Tuangkan semua kejadian spesial ke dalam tulisan kita
3.       Guru harus bisa memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orang tua dan sahabat bagi siswa
4.       Setiap kejadian dikelas adalah cerita spesial bagi seorang guru.
5.       Saya semakin termotivasi untuk menulis

Mengapa Memori Special Masuk Ke Memori Jangka Panjang?
Ada 5 pintu pembuka.
  1. First experience. Apapun kejadian atau pengalaman pertama pada siswa, itu menjadi memori jangka panjang. Misalnya semua pengalaman kita tentang apa saja pasti kita tidak akan lupa sampai saat ini.
  2. Relevance. Relevance adalah kejadian-kejadian yang berhubungan antara topic materi dengan kondisi siswa. Jadi antara materi dan keadaan siswa sangat berhubungan erat. Misalnya saja materi yang kita sampaikan berbeda bahkan tidak sesuai dengan kondisi siswa, maka kejadian atau materi itu langsung dilupakan. 
  3. Rehearsal (diulang-ulang). Misalnya saja kita membaca Surah Al-Fatihah (bagi muslim) sampai diluar kepala, karena setiap sholat kita membacanya. Begitu juga dengan  materi, jika kita terus-menerus mengulangnya maka materi itu menjadi memori jangka panjang.
  4. Emotional (perasaan).Perasaan yang dimaksud adalah perasaan seseorang, baik perasaan bahagia, takut, beci, panic, terkejut, dan lainnya. Biasanya proses pembelajaran yang memiliki muatan emosional maka akan masuk memori jangka panjang.
  5. Survival. Bagaimana mengajar yang mengandung unsur bertahan dalam hidup. Masalah atau hambatan dalam hidup itu pasti. Namun bagaimana kita menyelesaikan masalah itu. Cara kita dalam menyelesaikan masalah tersebut yang akan menjadi memori jangka panjang.




Pertemuan Ke Tujuh
Oleh
NOWO BENY HARJITO
SMAN 4 KEDIRI

Pada malam ini bapak Akbar Zainudin seorang penulis buku MAN JADDA WAJADA memberikan pengalaman dalam menulis buku. Memnurut beliau dalam menulis buku beliau mempunyai sebuah Trik yaitu sebuah akronim yang nantinya harus di patuhi dalam menulis sebuah buku. Apa itu akronim yang di jadikan pedoman dalam menulis buku. Akronim tersebut adalah TOJTRP.
T = TEMA, menurut beliau dalam menulis buku harus mempunyai tema. Bail dalam buku fiksi maupun non fiksi. Tema adalah gambaran apa yang harus kita tulis.
O = Outline , outline adalah daftar isi. Outline menjadi sebuah gambaran besar dalam buku kita. Daftar isi membuat kita akan menjadi sebuah rel bagi penulisan kita.
J= Jadwal , jadwal merupakan rahasia selesai tidaknya suatu buku yang akan kita tulis. Kadang kita meremehkan jadwal tersebut. Sehingga buku yang akan tulis akan menjadi berlarut-larut dalam penyelesaian
T=Tuliskan . ini adalah tantangan terbesar dalam menulis, menulis harus berkaitan dengan jadwal. Dan kadang banyak alasan kita dalam menulis menunda-nunda tulisan yang akan kita tulis. Dengan berbagai alasan
R= Revisi. Kapan kita merevisi, revisi dilakukan setelah draft tulisan tersebut selesai
Revisi ada beberapa yang perlu kita perhatikan :
-          Revisi data dan informasi
-          Tata bahasa
-          Gaya tulisan, antara judul satu dengan yang lain harus diselaraskan
Judul harus menarik, judul sederhana, judulharus membuat orang lain pengen tahu
P = Penerbit. Yang terakhir serahkan ke penerbit. Tiap penerbit mempunyai aturan yang berbeda-beda
Sebenarnya dalam penulisan buku dan pembuatan komik yang saya alami sendiri, teknik dalam membuat komik juga hampir sama dengan teknik membuat buku. Dalam komik pengalaman saya secara pribadi ada beberapa langkah yang lebih panjang , langkah-langkah tersebut
TEMA = kita harus menentukan tema cerita yang akan kita angkat
TOKOH = setelah tema kita tuliskan maka kita tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi tokoh dalam cerita kita
CHAPTER = Chapter dalam komik bisa diartikan sebagai daftar isi. Kita tentukan berapa Chapter cerita kita yang akan kita buat.
TULIS = Setelah itu kita tulis ceritanya secara Global dalam bentuk Naskah
Story Board = atau orang awam biasa menyebut dengan panel cerita. Story board berisi dialog percakapan serta adegan-adegan secara sketsa kasar yang terjadi secara detil dalam cerita. Story board berguna memudahkan illustrator dalam menggambarkan secara detil gambar-gambar yang disajikan dalam komik yang akan kita buat.
GAMBAR =  setelah storyboard selesai maka kita buat gambar-gambar secara satu persatu per adegan.
Lay Out = tahap layout adalah tahap memasukkan gambar-gambar ke dalam computer mulai dari memindai gambar, kemudian memasukkan ke dalam kotak panel serta memberikan dialog secara dengan menggunakan software corel Draw atau software yang lainnya.
Colouring = tahap Colouring adalah tahap pewarnaan, tahap colouring bisa saja tidak menggunakan tahap ini kalau komik yang kita gunakan hanya mengandalkan gambar manual yang telah diberi ink-ker
Revisi = revisi disini yaitu meneliti dialog-dialog yang telah diketik , serta gambar-gambar yang telah dibuat apakah ada kesalahan dalam lay out atau dalam tahap colouring
Penerbit = setelah selesai maka tugas terakhir menjadikan file komik kita yang telah selesai kita serahkan ke pihak penerbit.



MENULIS TANPA TEKS
RESUME PERTEMUAN KE SEMBILAN
OLEH : NOWO BENY HARJITO
PEMATERI :
Budiman Hakim
Pada malam ini pada pertemuan ke delapan , om Jay memperkenalkan seorang Pemateri yang bernama Budiman Hakim, pada awal pertemuan beliau memperkenalkan diri . kemudian beliau memaparkan tenting sebuah teknik menulis “ Menulis Tanpa Ide” menurut beliau sebuah tulisan dikatakan menarik jika tulisan tersebut bisa menimbulkan suatu EMOSI bagi pembacanya. Emosi pembaca dapat kita permainkan dengan tulisan kita dengan memasukkan unsur emosi , istilah tersebut dikenal dengan sebutan Writen Block . apa saja yang perlu kita perhatikan agar tulisan kita bisa memancing emosi pembacanya ? ada beberapa teknik yang perlu kita perhatikan
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Catat semua kejadian yang tidak penting dalam kehidupan kita. Peristiwa-peristiwa yang bagi orang lain adalah hal biasa tapi bagi kita adalah menjadi sebuah catatatn khusus bagi diri kita sendiri. Pak Budiman memberi nama teknik ini sebagai CARPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting.
2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Menurut pak Budiman, awal keluarnya sebuah ide berasal dari saat kita menulis. Biarkan tulisan kita mengalir dan ide itu pasti akan datang dengan sendirinya. Bagi pak Budiman untuk menulis yang belum ada ide adalah dengan cara memancing ide itu keluar, bagaimana cara memancing ide itu keluar ? dengan menggunakan panca indera kita semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan pemancing ide.

Pertenyaan yang dilontarkan oleh para peserta :
1.      Bagaiman menulis dengan cara tanpa Ide?  Mr Edi –Aceh
Jawab : Semua materi yg saya tulis barusan adalah jawabannya.
2.      Mohon maaf. Saya Wiwin Wintarsih dari Subang. Apakah dalam penulisan karya ilmiah, kalimat harus dalam susunan lengkap (ada SPO)? Terima kasih.
Jawab : Dalam penulisan ilmiah memang diperlukan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kan tetapi bahasa Indonesia sudah banyak berkembang.
assalamualaikum
salam kenal om Bud.
Jawab : Ada banyak variasinya. Kita bisa memakai kalimat aktif, kalimat pasif. Kita bisa memakai simbol atau metafora. Tugas berat dalam penulisa ilmiah adalah bagaimana pembaca gak bosen. Dan variasi2 di ataslah caranya.
3.      Sangat menarik tema malam ini..."Menulis Tanpa Ide"
pertanyaan
1.strategi apa yg harus disiapkan oleh penulis ?
Jawab : Pilih dulu topik apa yang harus kita tulis. Saran saya pilih topik yang paling kita kuasai. Jangan sok pinter menuliskan fiksi ilmiah padahal kita kurang memahami masalahnya. Pembaca akan kecewa dan bisa jadi kita dibully habis2an...
4.      Assalamu'alaikum om bud..terimakasih atas materinya.
Yg mau saya tanyakan.. Apakah dalam penulisan cerpenting itu ada ketentuanya..apakah hrs sekian halaman agar bs jd satu buku?
Dan apakah 1 buku cerpenting itu hanya memuat cerita bahagia ,lucu, sedih saja atau blh bermacam-macam?
Terimakasih
Jawab : Kalo nulis gak usah pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu aja sampe selesai. Apakah jadinya 1 halaman atau 100 halaman....itu gak masalah. Yang penting apa yang ada di dalam hati kita telah terekspresikan sepenuhnya.
5.      Materi mlm ini amat menarik.
Apa saja ya bumbu agar tulisan kita menarik? Mohon pencerahan.
Isminatun, Sukoharjo
Jawab : Banyak. Misalnya kita bisa memakai kutipan orang lain. Kita bisa memasukkan humor ke salah satu adegan cerita yang sesuai dengan konteksnya. Dan macam-macam lagi.
6.      Mau tanya ke Om Bud:
Bagaimana mengubah hal remeh yg terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang menarik?
Reni Deje_ Bantaeng, Sulsel
Jawab : Kalo cerita remeh tersebut ternyata bisa bikin kita terharu, sedih atau ngakak, pas kita tuliskan pasti jadinya menarik. Karena cerita yang bagus adalah yg menggugah emosi. Jadi emosinya udah ada. Kita tinggal menuliskannya doang.
7.      Kalau begitu ada sebagian orang yang suka dengan tulisan kita yang ngeselin dan ada juga yang tidak suka ya pak
Rustanti, Bojong Gede
Jawab : Menulis itu bukan untuk menyenangkan orang lain. Menulis itu adalah untuk menyenangkan diri sendiri. Kalo orang ternyata suka ya anggap aja itu bonus.
8.      Selamat malam Bapak.
Mohon ijin bertanya :
Kalau di cerpen ada twist dan di stand up comedy ada roasting. Dicerpenting apakah sama ? Terimakasih.
Prihariyani _ Semarang
Jawab : Itu cuma metode aja. Kalo ternyata kita menemukan twist yang bagus silakan dipake. Kalo kita merasa itu gak membuat tulisan kita jadi bagus ya lupakan. Dalam penulisan gak usah dipikirin rumus-rumus. Karena menulis itu masalah imajinasi. Dan imajinasi itu selalu ngacak tanpa ada rumusnya.
9.      Untuk mancing ide. Perlu pilih2 lokasi ngga ya. Haddy Priady
Jawab : Kalo mancing ikan...iya. Kalo mancing ide cukup dengan 2 metode di atas saja. 1. Memanfaatkan emosi. 2, Memancing dengan 6 benda.
10.  Bertanya
 mnrt Om Bud, bgmn cara menggugah emosi kalo suasana hati baxk tgs, apakah perlu menenangkan suasana hati dulu, Memunculkan org baca smpi ketawa itu apa perlu bakat melawak? Jika punya bahasa datar saja apa bisa org bikin ketawa?
Bu Iez Lumajang
Jawab : Tulisan harus disesuaikan dengan karakter kita. Biasanya kita suka tergugah emosinya padah hal seperti apa? Pokoknya kalo kita tergugah emosinya ya tuliskan! Soal jadinya lucu, sedih, ngeseli, menghibur, marah...biarkan aja jadinya seperti apa. Pokoknya emosinya terdapat di dalamnya.
11.  untuk buku non fiksi ....apakah menulis tanpa ide ..ini bisa juga diterapkan secara maksimal...trims.
RollyFN..
Jawab : . Bisa dong. Karena menulis tanpa ide itu kan fungsinya untuk memancing ide.
12.  Assalamu'alaikum
Om Budi, saya tiba-tiba dapat ide, ni. Mohon pendapatnya, ya...
Hari ini adalah hari pertama uji coba penggunaan aplikasi zoom pada guru-guru.
Bu Tiur sudah siap di depan laptopnya. Tiba saatnya panggilan meeting, Bu Tiur meminta anaknya untuk ikut join meeting dengan ibu kepsek. Si Martua, anaknya Bu Tiur kemudian minta izin ke kamar mandi, setelah membantu ibunya, untuk menyelesaikan hajat.
Bu Kepsek: Bu Tiur suaranya di mute kan dulu, ya.
Bu Tiur: Apa, Bu? Diemut? Apanya yang diemut?
Bu Kepsek: Suaranya, Bu. Suaranya.
Bu Tiur: Si Martua? Lagi di kamar mandi, Bu.
Bu Kepsek: Aduh, bukan, Bu. Itu lho,  speakernya di mute.
Bu Tiur: Bah, Bu Kepsek ini cemana nya? Masa saya disuruh ngemut-ngemut speaker?
Bu Kepsek: Alamak, siapa pulak yang nyuruh ibu ngemut speaker?@#$
Siti F. R. Simamora
Tanjungbalai-Sumut
Jawab : Hahahahahaha....keren2!
13.  Pertemuan kemaren  tema adalah sesuatu yang penting dalam memulai menulis.
Karena tema besar harus ada baik buku fiksi maupun non fiksi, karena tema merupakan gambaran isi buku.
Lalu bagaimana kita merangkai antara ide yang satu dengan ide-ide berikutnya  agar benang merahnya  tercapai
Jawab : Dalam menulis sebuah buku ada tema besar dengan konfliknya. Namun dalam setiap bab harus ada konflik turunan/konflik yang lebih kecil namun berintegrasi dengan topik besarnya. Itu yang membuat buku kita bagus karena kaya dimensi.
14.  Luar biasa om Bud nyampaikan materinya santai tapi ngena banget
Persis spt yang saya alami.
Yg saya mau tanyakan om Bud
Saat menuliskan hal2 yg tdk penting seketika itu atau nunggu pas ada buku catatan atau kita simpan voice di hp atau bagaimana?
Anis Jatim
Jawab : Kalo saya, setiap dapet emotional moment selalu saya tulis di HP. Di aplikasi Notes Samsung. Nanti kalo udah di rumah saya pindahin ke laptop dan gabungkan dalam folder 'GUDANG IDE'. Semua saya kumpulin di sana.
15.  Boleh om Bud di simpulkan Kemauan lebih powerfull ketimbang ide.
Ridwan Nurhadi
Jawab : Pointnya bukan keuda2nya. Point adalah bahwa kita sebagai manusia harus mempunyai creative attitude. Bahwa setiap hal-hal kecil yg kita tangkap selalu membuat kita terpicu untuk menuliskannya.
16.  Aslmkm..sy mw nanya Om Bud..apakah Menulis cerpenting itu tetap memperhatikan kaidah2 penulisan yg ada atau bebas?lalu cerita yg kita tulis apakah hrs kejadian yg prnh kita alami atau boleh imajinasi kita..tks
Firdaus_Jakarta
Jawab : #PERCAKAPAN DENGAN CARAKA
Selepas makan siang dan sholat, saya dan teman2 caraka dan satpam biasa berkumpul di pos satpam. Ga lama berselang dating salah satu caraka bernama Jemi, lalu saya coba membuka diskusi dengan dia..
Saya : “Jem..gw nanya jujur ke lo neh..lo kl dipanggil bu Ety mau ga..kl gw mah ga bakal mau jem..”
Jemi : “loh emang kenape pak fir?..pak fir kan wakil kepsek masa di panggil kepsek bu Ety ga mau sih...”
Saya : “ sampe kapanpun gw ga akan mw dipanggil bu Ety…lo catet yee..”sambil nada agak tinggi dan yang lain bingung liat sikap saya.
Jemi : “ Jangan gitu pak fir…pak fir itu harus mw dipanggil bu Ety kapan pun…”sambil ngelus pundak saya
Saya : “Mana mau gw dipanggil bu Ety..kan nama gw Firdaus…masa dipanggil bu Ety…hahaha”
Jemi : “jiaah…dasar wakil sarpras gelo…”jalan keluar pos satpam sambil ngegerundel
Dalam penulisan kita akan memasuki dua ruangan. Yang satu ruang imajinasi. Yg lain ruang editing. Yg pertama harus kita masuki adalah ruang imajinasi. Di sini kita harus berimajinasi sebebas2nya. Lupakan tata bahasa, lupakan norma dan lupakan nilai2 apapun. Setelah cerita selesai ditulis barulah kita masuki ruang editing. Di sinilah semua tata bahasa dan nilai-nilai tadi kita masukkan. Di sinilah hati nurani menjadi sensor kita.
17.  Ide itu harus dipancing, apakah seperti memancing ikan, semakin bagus empan pancingannya, kecenderungan semakin bagus hasilnya?
Jawab : Kan udah dibahas kalo mancingnya pake 6 benda?
18.  Om Bud.. jika kita membuat CERPENTING, maka tulisan yang kita buat akan pendek-pendek saja. bagaimana kita bisa membuatnya menjadi buku? (WIJI - Malang)
Jawab : Udah kayak metro mini tuh P19
Bisa kita buat menjadi kumpulan cerita pendek. Kumpulan cerita pendek banyak disukai belakkangan ini karena anak jaman now yang sering hang out di social media lebih terbiasa membaca cerita yang tidak terlalu panjang.
19.  Mateinya ringan tapi dahsyat. Terasa  nikmat menyimaknya dan ga berasa belajar. Mengalir aja. Kelihatan dan terasa mudah untuk menulis. Masalahnya adakah rumus jitu untuk merangkai kata-kata kunci yg sudah kita tuliskan.
Suheri cikupa tangerang
Jawab : Saya bukan penganut rumus-rumus. Karena penulisan itu masalah iamjinasi. Dan imajinasi itu ngacak tanpa ada rumusnya.
20.  Saya sedang nulis kisah nyata, bolehkah disisipkan cerpenting dan memancing emosi
Jawab : Boleh dong. Salah satu fungsi cerpenting memang untuk diselipkan di sudut-sudut buku kita. Itu adalah cara memaksa pembaca untuk membaca sampe habis. Karena cerpenting kan sangat menghibur. Seperti intermezo lah kira2
21.  Kalau kita mengambil ide dr benda disekitar kita seperti yg  om Bud contohkan tadi kan hanya untuk 1 paragraf saja. Lalu bagaimana kita menambah kalimatnya untuk bisa menjadi 1 atau 2 halaman, trm ksh
Rahma Dharmasraya Sumbar
Jawab : Coba baca contoh cerita saya yang ini :
Brak! PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar. Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk. Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.

“Aku benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..

Aku mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di sudut kamar, di samping KULKAS.

“Kenapa kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.

“Sejak kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”

Hah? Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?

“I HATE YOU!!!!!!”””
           
Dengan cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah…
Kalo saya mau bisa saya bikin jadi novel yang seru. Saya bisa menulis setiap ada yang nginep dikosan saya selalu terbunuh. Polisi menuduh saya adalah pembunuhnya karena gak ada orang lain lagi selain saya. Di ending cerita, ternyata sepatu tua itulah yang membunuhnya. Sepatu tua itu rupanya sudah dimasukin roh jahat yg enatah dari mana datangnya....
22.  Om Budiman hebat sekali. Ini asupan ilmu  yg luar bisa. Boleh nanya ketika ngopi ada teman cerita lucu bolehkan kita tulis jd cerita tanpa ide tadi. Mksih
Jawab : Boleh banget. Cerita yang kita dapet di internet atau WA berantai, semua bisa kita masukin. Supaya gak melanggar copyright, sebutkan sumbernya. Kalo gak tau, bilang aja cerita ini saya peroeh di WAG, FB dll
23.  Assalamualaikum om bud..
Bagaimana cara melatih diksi yg baik agar enak di baca... Dan mengembangkan sebuah ide / tanpa ide menjadi sebuah buku?
Melatih diksi itu masalah jam terbang. Harus latian pelan-pelan. Misalnya ada kalimat "Kau baluri lukaku dengan doa." Itu diksi yang keren, kan? Seharusnya kan membaluri luka dengan salep. Lalu didoakan supaya sembuh. Jadi kita bisa menggunakan kata yang tidak biasa dengan menggunaka kata kerja dari subyek yang berbeda,


 

RESUME PERTEMUAN KE 11
Kunci Sukses Menjadi Guru Berprestasi
PEMATERI
Bapak Dr. Jejen Musfah, Pemimpin Redaksi Majalah Suara Guru PB PGRI.
Juara 1 Gupres Nasional 2016
Peraih penghargaan Princess Maha Chakri Awards (PMCA) 2017 dari Thailand

Berbicara tentang guru berprestasi, saya langsung teringat pada guru-guru senior saya yang memiliki prestasi hebat seperti Pak Encon. Salah satunya adalah Bu Fera Maulidya Sukarno, Guru SMPN 1 Subang Dikutip dari Pasundan Ekspres, Bu Fera mengatakan bahwa :
“Menjadi guru berprestasi dan guru hebat adalah sasaran penjembatan. Sebab sungguh sasaran utamanya adalah bagaimana kita menghebatkan peserta didik.”
Menurut Pak Encon, lomba gupres termasuk ajang berprestasi dan bergengsi bagi seorang guru karena penilaian gupres lebih komprehensif dan menyeluruh dari berbagai faktor.

Seorang guru harus memiliki jabatan profesional (sebagaimana diamanatkan UU No. 14 tahun 2005) dimana jabatan ini mencakup 7 M, yaitu :
1. Mendidik
2. Membimbing
3. Mengarahkan
4. Melatih
5. Menilai
6. Mengajar 
7. Mengevaluasi

Lomba gupres baik dari tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, yang dilaksanakan setiap tahun, memiliki tujuan antara lain :
1. Mengangkat guru sebagai profesi terhormat mulia bermartabat dan terlindungi
2. Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya
3. Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang pendidikan
4. Membangun komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar nasional pendidikan.
Perlu diketahui bahwa lomba-lomba sejenis yang diadakan oleh Kemendikbud seperti Inobel, LKG, OGN dan sejenisnya, itu baru bagian terkecil dari komponen gupres. Berdasarkan kondisi itu, Pak Encon menyarankan bagi rekan-rekan guru yang tertarik akan mengikuti ajang lomba gupres harus dipersiapkan sejak dini.
Bagi saya dan mungkin bagi guru-guru lain GUPRES adalah impian yang begitu indah. Ajang GUPRES adalah ajang prestisius bagi semua Guru di Tanah Air ini. Tapi bagi saya kata GUPRES merupakan suatu kenangan yang pahit selama hidup saya. Dan ini merupakan suatu trauma bagi saya. Tahun 2018 saya diminta oleh SMA saya untuk ikut ajang GUPRES, dan tawaran itu saya sambut dengan suka cita. Sudah saya persiapkan semua apa yang harus dipersiapkan dalam kegiatan tersebut. Dan saya-pun harus menerima perjuangan saya dengan kekecewaan. Ajang GUPRES seleksi di kota saya tidaklah seperti di kota-kota lain, kami hanya menyetor nama dan biodata saja. tidak ada seleksi khusus. Kami pun juga tidak tahu siapa-siapa saja yang ikut ajang GUPRES tersebut. Alhasil suatu hari saat saya sedang ikut diklat Instruktur Nasional Kurikulum 2013 saya bertemu dengan seseorang yang sama dengan saya Cuma beliau ada di kabupaten sedangkan saya domisili di kota. Tetapi kami satu Cabang Dinas. Beliau menceritakan bahwa beliau terpilih mewakili kota dan kabupaten kami untuk maju ke ajang GUPRES , beliau sebenarnya tidak sanggup untuk ikut ajang GUPRES tersebut. Tetapi beiau dipaksa oleh temannya yang sekarang menjadi pejabat di kantor cabang dinas kami. Dari situlah maka saya simpulkan bahwa masih banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam kegiatan seleksi GUPRES tersebut. Sungguh disayangkan kalau ajang Gupres yang bertujuan untuk menghasilkan guru-guru yang berprestasi menjadi ajang Kolusi. Semoga kejadian-kejadian yang saya alami ini tidak akan terjadi di acara seleksi Gupres di kota lain.  



RESUME PERTEMUAN KE 12
Oleh : Nowo Beny Harjito
SMAN 4 Kediri
PEMATERI : Prof. Richardus Eko Indrajit
MENULIS BUKU DALAM SEMINGGU
Richardus Eko Indrajit merupakan pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar, narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat nasional maupun internasional. Lebih jelasnya bisa baca pada : https://www.merdeka.com/richardus-eko-indrajit/profil/
Malam ini Omjay memperkenalkan Prof Eko sebagai narasumber pada materi saat ini , beliau bercerita panjang lebar dalam diskusi malam itu, berikut ini beberapa kutipan yang saya copas dari materi malam itu.
·         [19:15, 4/13/2020] Omjay: #10 terima kasih pertanyaannya. beginilah kisahnya sehingga kita bertemu saat ini. #11 ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. dan yang penting harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga tidak mudah terserang oleh virus ini.#12 saya sudah mengajar semenjak di sekolah dasar, waktu itu saya besar di kota terpencil Dumai di Riau. mengajar sudah menjadi hobby saya dari kecil. sehingga tidak ada hari tanpa mengajar.#13 saya mengajar macem-macem dari kecil. mulai dari mengajar sandi-sandi pramuka, cara main sulap kartu, membuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya
·         [19:16, 4/13/2020] Omjay: [19.09, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #14 akhirnya saya jadi dosen sekaligus konsultan seperti sekarang ini. mengajar dan berbagai ilmu serta pengalaman sudah menjadi DNA dalam tubuh saya.
·         [19.09, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #15 siap. sementara belum N.
·         [19.10, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #16 nah pada saat covid, saya tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka. kalau saya tidak mengajar, stamina menurun, kalau stamina menurun, saya bisa tertular virus.
·         [19.10, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #17 maka pada hari ke 5 lockdown di rumah, saya putuskan untuk mengajar via streaming YouTube. saya ndak perduli ada atau tidak ada yang nonton, yang penting saya ngajar agar semangat. maka saya buatlah EKOJI CHANNEL di YouTube.
·         [19.11, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #18 semuanya dimulai pada tanggal 20 Maret 2020. mengikuti seminar virtual saya gratis, nah kalau meu pesan e-sertifikat, dikenakan biaya tambahan 10,000 rupiah - untuk membayar teman2 yang membantu administrasi.
·         [19.12, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #19 terkejutlah saya ketika seminar pertama tersebut yang ikut 600 orang - dan hingga saat ini yang menonton youtube saya sudah 6,000 orang untuk tema pertama yang namanya DIGITAL MINDSET. anda silahkan nonton rekamannya di YouTube.
·         [19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #20 yah lebih terkejut lagi, untuk satu seminar tersebut, yang pesan sertifikat 1,116 orang.... wuih, tiba-tiba saya dapat 11 juta dalam sehari.
·         [19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #21 akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8 pagi saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang tertarik.
·         [19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #22 (ambil nafas dahulu) sambil mengetik N.
·         [19.14, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·         [19.14, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Luar biasa 👍😊
·         [19.14, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #23 pertanyaan berikut
·         [19.14, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Tepuk tangan dulu dalam hati sambil berdoa buat Prof dengan karyanya yang luar biasa
·         [19.15, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #24 amin. amin. amin. teirima kasih semuanya.
·         [19.15, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·         [19.15, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Prof dari mana ide seminar di youtube kemudian mengeluarkan sertifikat ?
·         [19.16, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #25 idenya sederhana. setiap dosen khan harus membuat laporan kum untuk kenaikan jabatan akademik. biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti sertifikat. nah dengan adanya pandemi ini, semua seminar khan dibatalkan.
·         [19.16, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #26 artinya ada dua. mereka tidak bisa mendapatkan sertifikat (yang artinya akan kesulitan naik jabatan akademik), dan saya sendiri kehilangan pemasukan. karena pemasukan saya 70 persen dari seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dsb.
·         [19:20, 4/13/2020] Omjay: [19.18, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #27 nah semua orang yang ikut itu ternyata 80 persen adalah mereka yang pernah membli buku-buku yang saya tulis semenjak tahun 1998. saya menulis buku juga dulu disuruh mahasiswa, karena ada krisis ekonomi 1998, sehingga mahasiswa S2 ndak sanggup beli buku dalam mata uang dolar. akhirnya buku saya yang pertama terbit adalah RINGKASAN dari 50 buku bahasa Inggris yang saya pinjam di perpustakaan. untuk meringankan beban mahasiswa yang saya ajar. Judulnya adalah Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi. Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.
·         [19.19, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #27 eh ternyata buku itu jadi best seller. akhirnya yang dulu ketagihan mengajar, menjadi ketagihan menulis. saya dulu spesialis menulis bunga rampa…
·         19.19, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #28 setiap ada satu diagram yang menarik perhatian saya, saya jelaskan dalam satu halaman secara ringkas. sebelum tidur menulis satu halaman, seperti Oom Jay sekarang menulis blog.
·         [19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #29 artinya dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman. sehingga buku bisa diterbitkan. sekarang saya sudah menulis lebih dari 75 buku yang diterbitkan, dan ratusan artikel. di era milenium, kebanaykan buku dan tulisan saya bagikan secara gratis
·         [19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #30 silahkan anda download free di mana-mana, seperti di situs academia, di situs eko.id, dan lain-lain
·         [19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·         [19.21, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Mantap Prof. Ya bagi para peserta yang ingi bertanya, silahkan chat saja
·         [19.21, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Kemudian berikan Nama dan tempat.
·         [19.22, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #31 di akhir wa nanti saya akan kasih kejutan untuk semuanya yang hadir di sini
·         [19.22, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Ok saya lihat dulu Prof kebelakang ya 😊🙏👍
·         [19.22, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·         [19.22, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
·         [19.29, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P2
·         [19.30, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Maaf Prof.. kalau ada pertanyaan enakan mana jadi penulis atau YouTuber ? 🙏🏻
·          [19.32, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #41 dulu saya jadi penulis karena masih banyak waktu luang. dan waktu itu khan belum ada internet. nah sekarang karena waktu saya terbatas, maka saya lakukan kombinasi. kalau Sabtu Minggu saya menulis, kalau hari biasa saya jadi Youtuber. bagi saya, buku dan youtube adalah MARKETING BROCHURE atau MARKETING TOOLS. karena orang mengenal kita, baru mereka mengundang kita untuk bicara di acara mereka. dari situlah saya menghidupi keluarga saya hingga saat ini.
·         [19.32, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·         [19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P3
·         [19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Selamat malam Prof. perkenankan saya supyanto dari kota bekasi, pertanyaannya apa yang menjadi modal utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang mau belajar menulis untuk terus bisa menulis seperti yang prof lakukan?
·         [19.34, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #42 waktu kecil, cita-cita saya sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat keindahan kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah saya jadi penulis, tiba-tiba undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998 sampai 2003, saya sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu.
·         [19:35, 4/13/2020] Omjay: [19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P3
·         [19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Selamat malam Prof. perkenankan saya supyanto dari kota bekasi, pertanyaannya apa yang menjadi modal utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang mau belajar menulis untuk terus bisa menulis seperti yang prof lakukan?
·         [19.34, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #42 waktu kecil, cita-cita saya sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat keindahan kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah saya jadi penulis, tiba-tiba undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998 sampai 2003, saya sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu.
·         [19:37, 4/13/2020] Omjay: [19.35, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #43 nah kemudian cita-cita berubah. ingin bisa keliling dunia, dibayarin orang lain. mulailah saya mengunggah tulisan serta powerpoint (biasanya powerpoint dalam bahasa Inggris) ke internet. Dan ehhhh... malah ada undangan dari beberapa negara. Jadi motivasi saya adalah ingin keliling dunia gratis dibayarin orang lain... karena ingin melihat berbagai keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa.
·         [19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #44 sampai saat ini saya sudah hitung, telah mengunjungi 73 negara. Masih lebih dari 100 negara lagi yang saya ingin lihat. makanya sekarang saya tetap menulis dan jadi youtuber.
·         [19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #45 maaf, jadi youtuber baru 3 minggu sebenarnya.... (hehehe maklmulah saya generasi X)
·         [19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: n
·         [19.36, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P4
·         [19.36, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Assalamualikum..andy muhtadin dari belitung timur prof.mau tanya kok bisa ya menulis buku dalam satu minggu...bagi tipsnya pak..
·         [19.38, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #46 mohon maaf tipsnya ada di nomor #33 sampai dengan #38. ndak usah banyak dibaca teorinya. langsung terjun aja langsung sama saya yuk. anda  buka ekoji channel, pilih judul, wa saya pribadi, langsung tulis. seminggu pasti jadi. saya bimbing.
·         [19.38, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: $47 sekarang adalah momen paling tepat karena banyak waktu yang bisa kita alokasikan.
·          [19.39, 13/4/2020] Assalamualaikum pak Eko , Nama Rasita dari Bengkulu : Pertanyaan : Apakah boleh kita membuat cerita yg berbeda-beda dalam satu buku ?  [19.39, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #48 sangat boleh. nanti judulnya adalah sebagai berikut, misalnya: DIGITAL MINDSET: Dilihat dari Berbagai Perspektif.




RESUME   ke 13
Menulis artikel di majalah suara
Pemateri Dr.Jejen Musfah, M.A
Selasa, 14 April 2020
Narasumber     : Dr.Jejen Musfah, M.A
Materi              : Menulis Artikel di Majalah PGRI

Pada pembelajaran yang ke 13 ini om Jay memperkenalakan pemateri yang akan tampil pada pembelajaran menulis Gelombang 7. Pembelajaran pada hari Selasa malam, 14 April 2020 oleh bapak Dr.Jejen Musfah, M.A dimulai pada pukul 19.00 – 21.00 . Materinya adalah Menulis Artikel di Majalah PGRI.
Awal pembukaan pemateri memperkenalkan diri beliau bernama bapak Dr.Jejen Musfah, M.A dan langsung di berikan alamat email majalah suara guru PB PGRI yaitu majalah.suaraguru@gmail.com. Bilau langsung kemateri. Opini intinya gagasan penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yg terjadi. Artinya opini tidak akan pernah kehilangan topic. Kebijakan dan fakta akan pendidikan disekitar kita akan selalu hadir. Tapi tidak semua berhasil menangkap momentum tersebut dan menanggapinya.
Materi dalam belajar menulis pada kesempatam ini kita diajak bagaimana tulisan kita dapat terpublikasikan dengan baik, salah satunya melalui majalah suara guru PB PGRI. Ini menjadi menarik ketika kita memang bisa memanfaatkan peluang ini selain ada wadah untuk menampung kreatifitas dalam menulis, juga wahana untuk belajar dengan sesama penulis dan yang lebih menguntungkan lagi dapat diajukan untuk penilaian angka kredit.
Guru adalah praktisi. Majalah yang setua PGRI sendiri sudah puluhan tahun berdiri. Tulisan bisa dimuat di online dan offline. Dan kerennya adalah cetak 5000 eksemplar. Dibagikan ke hampir 34 provinsi. Rubriknya beragam, berisi Opini. Resensi. Sastra. Destinasi. Dll
Ayo saat kita menulis di majalah guru, untuk mengirim artikel ke redaksi syaratnya sangat mudah hanya menyebutkan status dan foto diri. Tulisannya bisa sesuai rubrik di atas berisi Opini. Resensi. Sastra. Destinasi. Dll. Untuk mengirim opini maksimal 1000 kata. Kirim ke majalah.suaraguru@gmail.com. Boleh 1 orang mengirimkan beberapa artikel ke majalah PGRI. Yang perlu diingat! Mengirim artikel ke Suara guru PGRI  tidak ada biaya dan Tidak diberi Honor. Jika keuangan memadai mungkin kedepannya akan diberi Honor.
Apa tema tulisan yang paling disukai untuk dimuat di majal PGRI yaitu semua tentang pendidikan yang muthakhir. Artikel yang sudah dimuat baik secara online di website PGRI dan di majalah PGRI tidak boleh dikirimkan ke media cetak lain. Tulisan yg dikirim ke majalah guru baik itu untuk sastra, cerpen, puisi diutamakan yang bertema kependidikan.
Naskah yang dikirim secara online dalam hitungan jam bisa terbit, namun utnuk majalah 2 bulan sekali. Untuk mengetahui artikel dikatakan bagus dengan cara Baca opini2 di surat kabar nasional, gagasan orisinil, dan bukan plagiat. Untuk mengetahui  naskah kita sudah diterbitkan bisa lihat web atau dikirim link nya oleh tim. Ayo saatnya kita menulis dan membuat artikel dan dikirimkan ke majalah suara guru PGRI dan memajukannya, jangan takut bagus atau buruk tulisan kita kirim saja maka kita kan tahu tulisan kita baik atau buruk. Jangan lupa banyak membaca opini, puisi, cerpen, dll dari Koran nasional atau web agar menjadi penulis yang baik. Ingat penulis yang baik adalah mereka para pembaca yang baik.
Dari hasil pembelajaran semalam dapat saya simpulkan bahwa guru sebagai seorang paktisi akademis selayaknyalah untuk giat dalam menulis baik itu tulisan ilmiah maupun non ilmiah. PGRI sebagai wadah organisasi mempunyai sebuah Majalah PGRI sebagai wadah karya para guru untuk menuangkan ide dan pikirannya melalui wadah MAJALAH PGRI, karena kebermanfaatan majalah PGRI begitu besar untuk meningkatkan prestasi guru.



RESUME   ke 14
Karya inovasi dan kualitas diri
Pemateri TRI AGUS CAHYONO. M.Pd

Selasa, 15 April 2020
Narasumber     : TRI AGUS CAHYONO. M.Pd
Materi              : Karya Inovasi Dan Kualitas Diri

Seperti biasanya Omjay sebelum mempersilahkan pemateri untuk memaparkan pembelajaran  omJay memperkenalakan profil dari pemateri tersebut. Pada malam itu pemateri adalah  bapak Tri Agus Cahyono. Pembelajaran dimulai pada pukul 19.00 – 21.00 . Materinya adalah Karya Inovasi Dan Kualitas Diri.
Seperti biasa juga saya memantau pembelajaran tersebut di ponsel Handphone saya sambil saya membuat komik Panji yang belum selesai. Sambil saya membuat komik saya mengikuti pemateri tersebut memaparkan materinya.
Diawali dengan perkenalan penulis lahir di Pacitan Jawa Timur, 22 Agustus 1982. Beliau bekerja sebagai Guru di SDN Belik, Tepus, Gunungkidul. Pengantar Pak agus adalah Hakekatnya “sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang”.
Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool
Ada 6 tahapan berfikir kognitif
1. Mengingat (C1)
2. Memahami (C2)
3. Menerapkan (C3)
4. Menganalis (C4)
5. Mengevaluasi (C5)
6. Menciptakan (C6)
Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir.
Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut. Jangan sampai kita berinovasi tapi:
1. Tidak tahu ilmunya
2. Tidak paham maksudnya
3. Tidak pernah menggunakan
4. Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5. Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi intinya jika kita ingin menciptakan karya inovasi maka kita harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.
            Ketika final lomba karya inobel yang dinilai adalah bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yang paling penting adalah bagaimana penciptaannya yang akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya jawab. Lalu bagaimana kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja.
Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas ) akan muncul. Nah sekarang bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya.
Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi), terang pak guru ganteng peraih juara Inobel nasional SD bidang IPA , yaitu :
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten
Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi. Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Jadi penasaran dengan media ini
Fungsi media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit.. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul
Kunci Inovasi :
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama
Tahapan dalam penilaian seleksi inobel pertama adalah seleksi:
1. administrasi, karya tulis,
2. workshop,
3. final (display& presentasi) 
Untuk model atau pendekatan harus kuat dalam berteori (landasan teori) jadi menguasai teori-teori belajar. Harus berhati-hati dalam menyusun sintak yg mirip langkah-langkahnya dengan model yg sudah ada karena akan terdeteksi plagiat.
Kunci lolos seleksi pertama harus membuat karya tulis yg layak lolos
Untuk membuat karya tulis yg layak lolos uji smiliarity tipsnya
1. Sedikit mengutip langsung
2. Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3. Jangan membaca buku sumber / KTI orang lain saat menulis
Syarat lolos workshop:
1. Mengikuti kegiatan dengan baik
2. Apa yg diulang2 narasumber lakukan
3. Tetap fokus dan jangan minder dengan karya peserta lain
Syarat menang di final dalam lomba Inobel:
1. Berani modal untuk display yg baik
2. Rancangan Pencitraan sikap dalam presentasi
3. Berdoa dan tawakal jangan terlalu senang menikmati jalan-jalan yg disediakan panitia

Dari hasl pembelajaran tadi malam dapat dikatakan bahwa Inovasi pembelajaran masih berkutat dimana kita masih menginovasi seputar media pembelajaran saja bagi saya sendiri inovasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan kita bisa menginovasi pribadi seorang guru untuk menjadikan anak didiknya lebih semangat dan berprestasi dalam pembelajaran. Karena masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang sarana dan prasarananya masih jauh dari kata layak. 
 

RESUME PERTEMUAN KE 15
MENGAJAR GAYA MOTIVATOR
Bersama : Aris Ahmad Jaya

Pembelajaran yang ke 15 ini bertema MENGAJAR GAYA MOTIVATOR yang dipandu langsung oleh bapak Aris Ahmad Jaya. Dalam uraian pembelajaran malam itu bapak Aris mengemukakan bagaimana kita sebgai guru harus mempunyai Gaya/Style dalam melaksanakan pembelajaran di depan kelas. Salah satunya yang dilakukan oleh bapak Aris adalah Mengajar Gaya Motivator. Kita akan mempelajari bagaimana menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan, pribadi yang dirindukan, menjadi pribadi yang mampu menginspirasi serta menjadikan anak didik menyenangi guru sebelum mencintai pelajarannya.
Berdasarkan niat, seseorang menjadi guru dibedakan menjadi dua :
1.      Guru betulan : guru yang memang dari awal ingin mengajar, memiliki energi untuk mengajar dan berniat menularkan ilmunya kepada anak didiknya.
2.       Guru kebetulan : guru kebetulan ada lowongan guru kemudian ikut mendaftar dan diterima atau setelah lulus kuliah sambil menunggu pekerjaan mereka melamar guru dari pada menganggur dan kebetukan -kebetulan lainya.
Sebenarnya betulan atau kebetulan akan menjadi masalah jika mereka terus menerus tidak mau belajar dan tidak mau menerima profesi mereka sebagai seorang guru, dan menjadi hal yang luar biasa jika mereka mau mencintai profesinya pasti akan berbuah manis pada anak didiknya kelak di kemudian hari.
Berdasarkan kinerjanya, seorang guru dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1.      Guru nyasar adalah guru yang tidak mempunyai tujuan atau arah, kadang malah menyesatkan, tidak memiliki energi dan membuat siswa jenuh. Guru ini sebaiknya segera mengundurkan diri saja.
2.      Guru bayar, yaitu guru yang bekerja karena alasan finansial atau upah atau gaji. Dia akan mengajar sesuai energi finansial, jika tanggal muda atau saat dapat sertifikasi cerah dan antusias, tidak konsisten, siswa tidak mendapat figur yang dapat menginspirasinya. Guru tipe ini harus sadar bahwa banyak siswa yang menunggu inspirasi keilmuannya.
3.      Guru sadar, yaitu guru yang mampu menjadikan siswanya mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, mencintai kehidupan karena guru tersebut kata-katanya mampu menyadarkannya, guru yang kehadirannya menyenangkan dan kepergiannya dirindukan, guru yang mampu menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan keilmuan jadi mengasyikkan.
Mengajar gaya motivator (MGM) merupakan sebuah teknik dimana kita mampu menjadi seorang pendidik/guru yang sadar dan menyadari sepenuhnya bahwa guru adalah sebuah profesi yang mulia. Mampu menghantarkan siswanya memperoleh kepahaman keilmuan dengan baik dan benar untuk menghadapi permasalahan – permasalan sesuai dengan jamannya.
Peran guru sesungguhnya ada 4 (empat) yang terkadang guru tidak memerankanya secara utuh.
1.      Mengajar
2.      Mendidik
3.      Menginspirasi
4.      Menggerakkkan

Peran guru bukan hanya sekedar mengajar saja, karena sekarang banyak pembelajaran dengan metode on line baik individu maupun klasikan tanpa kehadiran guru. Tetapi guru juga harus memasukkan nilai karakter (nilai dan norma) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu guru harus mampu menginspirasi dengan menjadikan mereka dalam history bukan hanya story. Dan guru juga harus mampu menggerakkan siswanya untuk lebih baik dan berprestasi.
Dalam mengajar ada beberapa langkah yang bisa dipraktekkan untuk mengajar gaya motivator.
1.      Jadilah guru yang menari dan menyenangkan.
Di sini guru harus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang menarik (dari apa yang dilihat). Dan guru juga layak diijinkan oleh siswanya dengan memperhatikan dan mendengarkan. Lalu bagaimana cara agar mereka menijinkan atau membuka pintu diri pada siswa :
a.       Masuk kelas dengan tersenyum
b.      Sapa dengan salam yang berbeda
c.       Berikan simulasi-simulasi sederhana sebelum pembelajaran
d.      Apresiasi prossnya “Tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas” artinya berikan apresiasi waktu itu juga jangan menunggu sampai kenaikan kelas.
2.      Temukan titik lebihnya dan masuklah melalui titik tersebut Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa pada keunggulannya atau berikan momentum sesuai nilai lebihnya. Ada tiga langkah menemukan nilai tambah pada siswa :
a.       Memberikan kesempatan hebat berdasarkan nilai lebihnya
b.      Melibatkan mereka menjadi bagian dalam permainan, bukan hanya sebagai penonton.
c.       Berikan label positif untuk mereka baik secara individu maupun klasikal.

Dengan bahasa cinta yang cerdas seorang guru akan mendapatkan cinta dari siswanya :
1.      Bahasa cinta apresiasi
2.      Bahasa cinta komtmen dan keteladanan
3.      Bahasa cinta temukan keunggulan siswa
4.      Bahasa cinta hubungan interpersonal
5.      Bahsa cinta hargai hal-hal yang kecil

Semoga dengan bahasa cinta itu, kita dapat kembali merebut hati mereka yang selama ini mungkin sudah mulai luntur dan terabaikan. Kita lebih disibukkan dengan administrasi yang meriah dan bertele-tele  dan  cenderung hanya sekedar transfer of knowledge sesuai target kurikulum. Padahal ada sesuatu yang lebih utama dan mulia, yaitu pembetukan karakter dan kepribadian pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini.

Pembelajaran diakhiri dengan Pak Aris metivasi kepada guru Indonesia.
“Jadilah guru yang mampu membuat siswa betah dikelas.”
“Jadilah guru yang bisa dicintai, dirindukan, menginspirasi, dan menjadi seorang guru yang menjadi bagian dari sejarah dari siswa kita.

Dari pembelajaran yang telah diberikan oleh pemateri tadi malam dapat kita simpulkan bahwa gaya mengajar sangatlah penting bagi guru, karena yang kita hadapi adalah siswa-siswa yang juga mempunyai kepekaan hati. Jika gaya menagajar kita bisa membuat senang mereka sehingga dapat memeotivasi diri mereka maka tidakalah tidak mungkin prestasi dan semangat belajar mereka akan tumbuh dengan sendirinya dengan stimulus yang kita berikan lewat gaya mengajar kita.




RESUME PEMBELJARAN KE 16
Oleh : NOWO BENY HARJITO
SMAN 4 KEDIRI
Pemateri : Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd

Sebelum pembelajaran di mulai saya telah mendengar tentang beliau dari salah satu anggota grup WA Penulis , tentang siapakah narasumber yang akan di tampil dalam malam nanti. Akhirnya sebelum pukul tujuh malam OmJay memperkenalkan narasumber tersebut melalui grup WA Penulis.  Pembelajaran kali ini bersama narasumber yang berasal dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau bernama Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd guru SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia. Kemudian pemateri tersebut menuliskan beberapa prestasi yang beliau raih , anatara lain adalah Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012, Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional 2017, Duta Rumah Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018, Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah Belajar Terinovatif Thn 2018, dan masih banyak lagi.
Setelah memperkenalkan prestasi yang telah beliau raih akhirnya beliau menceritakan pengalaman beliau saat menjadi juara 1 Guru Berprestasi smp tingkat nasional tahun 2015 maupun sebagai duta rumah belajar tahun 2018. Tema yang akan belaiu bawakan adalah “Guru Menulis dan Berprestasi . Awal pembelajaran, Beliau bercerita ketika juara 1 Guru berprestasi ingkat Nasional pada Tahun 2015. Untuk mencapai kejuaran tersebut, beliau menyiapkan diri sejak awal saya bekerja di SMP Negeri 1 Wonosari. Tepatnya pada saat itu saya masih CPNS diminta untuk mengikuti kegiatan seleksi simposium tingkat Propinsi  DIY tahun 2006.

Dari simposium tersebut, beliau mulai diminta untuk mengajar Powerpoint, flash, blog, dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah kabapaten gunungkidul, lintas mgmp, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.
Beliau juga bercerita banyak ajang lomba yang jajaki. Kegagalan setiap mengirimkan karya, dan proposal berkali-kali. Namun pantang menyerah terus mencari informasi lomba lewat web maupun blog tentang info lomba. jangan tunggu informasi dari dinas karena pasti akan terlambat. Kegagalan-kegagalan yang ada di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang beliau buatpun masih kalah dalam lomba. Padalah pada saat itu karya yang beliau membuat lebih baik dari karya peserta lomba lain. "Inilah masalah baru bagi pemain lomba"

TIPS MENGIKUTI LOMBA TINGKAT NASIONAL
Saat kita benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional maka kita harus melakukan:
  1. Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak).
  2. Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat kita. 
  3. Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat kembali apa yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut, apakah karyanya ataukah presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti suatu lomba).
  4. Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus pada lomba.
  5. Saat presentasi lomba fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.

CARA MENJADI GURU BERPRESTASI
  1. Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.
  2. Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
  3. Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi. (kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung). Contoh portofolio klik disini 
  4. Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
  5. Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat).
  6. Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai dengan RPP yang kita buat. (syarat yang maju ke tingkat nasional)
TAHAPAN-TAHAPAN SELEKSI GURU BERPRESTASI
Kegiatan penilaian di masing-masing jenjang seperti yang sudah saya ikuti pada tahun 2015 meliputi:
Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul:
1.      Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional
2.      Test Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Prefesional, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
3.      Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
Lomba Guru Berprestasi Tingkat Propinsi DIY
1.      Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2.       Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3.       Psikotest
4.      Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.

Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional
1.      Test tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2.      Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3.       Psikotest
4.       Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
TIPS MENJADI DRB
Jika menjadi DRB maka tip yang harus dilakukan adalah dengan cara mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar melalui web http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id selanjutnya mengikuti seleksi tiap level dari level 1 sampai level 4, dan jangan lupa kita tulis semua aktivitas dan kegiatan kita saat mengikuti seleksi tiap level tersebut di web/ blog kita.

Selanjutnya kita kita melakukan sosialisasi ke sekolah kita dan beberapa sekolah yang ada di sekitar kita jangan lupa tetap di catat dan ditulis serta ada foto ataupun video yang  kita buat dan di publish di web / blog. itu akan berguna saat kita terpilih menjadi DRB karena akan ada seleksi kembali untuk memilih yang terbaik, terinovatif maupun terkreatif. saya mendapatkan yang terinovatif pada saat itu karena semua kegiatan yang saya lakukan tercatat dan bisa ditampilkan pada panitia seleksi DRB. untuk naskah berpractice nanti saya upload berikan linknya

Diakhir pembelajaran, beliau menyampaikan kesimpulan. Jika ingin menjadi guru berprestasi, maka kita harus terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi agar ilmu yang dimiliki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
“Bekalilah muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat berbeda dengan zamanmu. dan jangan lupa Belajar dimana saja, kapan saja, dengan  siapa saja_Rumah Belajar”

Dari pembelajaran malam itu dapat kita simpulkan bahwa untuk menjadi seorang guru yang benar-benar mempunyai prestasi di bidangnya tidaklah mudah tapi juga tidak sulit, semangat dan rasa tidak mudah putus asa harus ditanamkan sejak kita mulai terjun dalam ajang lomba guru berprestasi, karena dengan mengikuti ajang-ajang tersebut pengalaman kita dan juga komunitas kita akan bertambah serta ilmu yang bermanfaat akan bertambah pula.





 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKILAS TENTANG KOMIK MALING GENTIRI

    Komik Maling Gentiri merupakan Komik saya yang perdana, komik ini kami buat dengan 3 kawan saya yang lain . Saya sebagai Ilustrator utama sedangkan 3 orang yang lainnya yaitu Ahmad Zainal Facris salah satu guru MAN 1 Kota Kediri sebagai penulis naskah , sedangkan Nanang T yoenanto salah satu guru SMAN 8 Kediri sebagai Colouringm  Agung Supriyanto sebagai layouter adalah guru SMAN 5 Kediri serta bapak Agus Salimi sebagai penulis dialog. Perjalanan pembuatan komik ini begitu singkat. pertemuan saya dengan penulis naskah Ahmad Zainal Facris di salah satu acara pembuatan buku ensiklopedia PTEBT yang disponsori oleh Kanwil Jawa Timur di kantor BKD Kota Kediri tahun 2016. Dalam buku ini banyak sekali suka duka yang kami temui terutama dalam proses pembuatannya. Kami yang sebelumnya belum pernah menggarap proyek secara kolosal dibingungkan dengan pembagian dan sistematika pembuatan komik. Banyak kendala yang kami temui karena keterbatasan dan kesibukan kami sebag...

SEKILAS TENTANG KOMIK PANJI

Komik kedua kami yang bergenre silat ini kami garap dengan teknik yang lebih baik dari pada komik kami yang pertama Maling Gentiri. komik ini rencana terdiri dari 4 episode. Banyak kendala dalam pembuatan komik kami yang kedua ini salah satunya factor waktu dan kesibukan kami sebagai pengajar. Tim kami saat menggarap Maling Gentiri ada 4 orang. Tetapi waktu berganti waktu akhirnya komik ini hanya 3 orang yg eksis dalam pembuatannya. Tetapi sampai sekarang komik kami ini masih 1 episode saja yang bisa kami selesaikan. Sedangkan episode kedua belum kami rampungkan .