SIOMAY
Oleh : Nowo Beny Harjito
SMAN 4 Kediri Jawa Timur
Siomay...mungkin tak asing lagi
di telinga kita. Sebuah makanan yg banyak di gemari kalangan menengah ke bawah.
Karena harganya ataupun karena hal yg lainnya. Tentunya semua orang mempunyai
alasan tertentu dalam menikmatinya. Siomay yg sekarang menjadi salah satu
street food di Indonesia telah menjadi favorit tersendiri bagi pecinta kuliner
jalanan di Indonesia. Mungkin bnyk
kalangan yg menganggap bahwa Siomay berasal dari bandung.
Menurut sebuah situs
https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08682184/suka-makan-siomay-yuk-cari-tahu-asal-usulnya Siomay diduga berasal dari Mongolia Dalam.
Dalam bahasa Mandarin, siomay disebut shaomai, dalam bahasa Kanton disebut siu
maai, sedangkan dalam dialek Beijing, disebut shaomai.
Siomay kini telah menyatu dg
lidah para pecinta kuliner di Indonesia dan ini merupakan tantangan bagi para
pembuat kuliner di Indonesia agar kuliner tradisional Indonesia sendiri bisa
menjadi makanan favorit bagi rakyat Indonesia khususnya bagi kalangan ABG
Indonesia.
KETOPRAK
Oleh
:
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 KOTA KEDIRI
Ketoprak……
Satu
nama dengan dua maksud yang berbeda. Tapi bernasib sama.
“Basuki ayo ikut
aku ke Pasar Malam lihat Ketoprak ?” ajak si Mandra yang berasal dari Betawi
kepada Basuki yang berasal dari Solo. Dengan mengagguk dan penuh rasa senang Basuki
mengikuti Mandra. Basuki mengikuti langkah Mandra menuju pasar malam.Tampak bertanya-tanya
Basuki melihat Mandra menghampiri seseorang pedagang. “ Bang bikinin dua ya !”
kata Mandra kepada orang tersebut. Tak lama kemudian dua piring makanan segera datang. Sambil makan si Basuki
bertanya kepada Mandra. “ kamu suka ketoprak juga ya Jok ?”. ” Ya benar “ sahut
Mandra. “ Kira-kira apa ya judul lakonnya Ketoprak nanti ?”
Dengan
penuh tanda tanya si Mandra memandang heran kepada Basuki. Dan sesaat kemudian
Mandra tertawa terbahak-bahak saat ingat dari mana Basuki itu berasal.
ANAK
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 KEDIRI
Anak…setiap orang pasti pernah
menjadi anak. Karena anak adalah nama atau sebutan dari sebuah proses manusia
tumbuh. Dulu masih kuingat saat saya masih kecil , begitu masih kuingat
kenakalanku ketika itu. Orangtua ku dulu begitu cerewetnya saat aku begitu
pulang dari bermain selalu diomelin. Dulu kuanggap ibuku begitu cerewet sekali.
Yang setiap hari mengomeli aku baik itu saat pagi ketika bangun tidur bahkan
sampai malam menjelang tidur. Dulu kuanggap ayahku begitu jahatnya saat aku
pulang terlambat.
. Anak …sebuah
keinginan dari setiap pasangan yang memulai dari suatu pernikahan. Anak
merupakan idaman bagi seluruh keluarga. Anak yang sholeh/sholehah merupakan
dambaan bagi seorang pasangan suami istri. Tanggung jawab orang tua sangat
besar sekali terhadap anak-anaknya. Mereka harus merawat, mengajari, membiayai,
mensekolahkan dan mendidik anaknya untuk menjadi orang yang baik dan
bertanggung jawab ketika dewasa nanti. Mereka menyiapkan anaknya untuk siap
bersosial dan bermasyarakat serta menjadi generasi penerus keluarganya.Anak
dalam agama Islam merupakan suatu titipan dari Allah yang harus kita rawa, jaga
dan kita didik secara benar sesuai dengan ajaran agama Islam. Anak merupakan
karunia Allah yang nantinya akan menjadi suatu pertanggungjawaban kita sebagai
orangtua kelak di Akhirat. Jika kita mendidik anak sesuai dengan ajaran agama
maka kelak anak kita akan menjadi kebanggan kita di dunia dan akhirat. Karena
memiliki anak sholeh dan sholehah akan menjadi bekal bagi orang tuanya agar
mendapatkan amalan yang tidak pernah putus walau sudah meninggal. Hal ini
sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan dalam Hadist berikut ini : “Jika seseorang telah meninggal dunia maka
terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (HR. Muslim). Doa yang paling
diharapkan oleh orangtua adalah doa anak yang sholeh dan sholehah, seperti
yang biasa kit abaca dahulu bahkan sampai
sekarang , “Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosaku dan
dosa-dosa kedua orang tuaku, serta berbelaskasihlah kepada mereka berdua
seperti mereka berbelas kasih kepada diriku di waktu aku kecil.”
Sekarang baru saya menyadari
bahwa kecerewetan ibuku dan juga kedisiplinan ayahku mendidikku kini berbuah
kebaikan bagi diriku. Kini kutahu bahwa apa yang dilakukan ayah ibuku kepada
anaknya nantinya akan menjadikan anaknya menjadi seorang yang sholeh ataupun
sholehah, kini kutahu kenapa orangtuaku berlaku seperti itu karena kecintaan
mereka kepadaku….Sekarang tanggung jawab yang dulu pernah dilakukan orangtuaku
kini aku mulai merasakan betapa berat menjadi orangtua mendidik anak-anak…..I
LOVE MY MOTHER…I LOVE MY FATHER….
RESUME MATERI PERTEMUAN KE 3
Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial
Oleh :
Nowo Beny Harjito,S.Pd
SMAN 4 KEDIRI JAWA TIMUR
Membangun Branding Melalui Blog dan
Media Sosial
Narasumber : Naim AB Ibnu Solihin
Pak Naim merupakan
salah satu pegiat Pendidikan yang menggeluti Bloger sejak tahun 2014. Beliau
aktif menulis di Bloger miliknya secara rutin menulis semua permasalahan
pendidikan dan konten-konten pendidikan lewat Blog. Bagi pak Naim bloger
merupakan nafas hidup kesehariannya dalam bekerja dan beribadah.
Pertama kali p. Naim
menshare blog yang telah beliau buat untuk di akses oleh semua peserta https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/
pak Naim juga menceritakan bahwa beliau telah membagikan secara Gratis lebih
dari 250 materi training di slideshare.net. yang telah dilihat oleh lebih dari
setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali setiap tahunnya.
Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak.
Pak Naim juga
mengatakan bahwa Kita bisa berteman melalui media sosial yang saya miliki
Instagram @motivatorpendidikancom, “ saya juga membagikan kegiatan saya di
Channel YouTube Motivator Pendidikan Com” kata pak Naim. Kemudian pak Naim berbagi
pengalaman bagaimana beliau membangun
Branding melalui Blog dan Media Sosial. Pak Naim menceritakan bahwa p. Naim
telah mengawali membuat Blog sejak tahun tahun 2007, melalui blogspot.com, saat
itu saya ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar, kata pak
NAIM Tulisan di Blog juga masih sangat
beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati. Lebih dari 10 blog pernah saya
buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah saya hapus semua.
Hingga akhirnya
disekitar tahun 2013 saya mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh
guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi
sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya
Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama. Akhirnya di tahun
2013 beliau mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om
Jay dan teman-teman. Dan di tahun tahun 2014 pak Naim dan Om Jay bersama teman-teman menggagas
berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 kami Komunitas
Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di
Jabodetabek. Di tahun Tahun 2014 juga awal pak Naim mulai membangun Branding lewat blog.
Perjalanan pak NAIM membangun Branding bisa dibaca di profil PAK
naim pada link di atas. Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 pak NAIM
melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan
berbagai jenis program training yang beliau isi. Sebelum website tersebut di
launching, pak Naim banyak mencurahkan gagasan saya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com.
Menurut pak Naim membangun branding memang
tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan. saran
pak Naim membangun branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita
miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun
Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog,
Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan. Menulis konten Blog dengan
konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati.
Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis
hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang
berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat
"Namin AB Ibnu Solihin" ( salah satu contoh sukses kita menulis di
dalam blog ).
Pak Naim juga
menceritakan tentang menulis dan membangun Branding telah mengantarkan beliau keliling Indonesia, saya telah mengisi
training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya
materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial beliau bagikan lewat
link di bawah ini:
https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos
RESUME
4
BELAJAR
MENULIS GELOMBANG 7
Selasa, 31
Maret 2020
Nowo Beny
Harjito
SMAN 4
KEDIRI
Pada pembelajaran kali ini belajar menulis online
ke-4 ini diisi oleh Ibu Sri Sugiastuti. Beliau telah menulis 15 buku. Beliau seorang
guru yang juga pegiat literasi dan menjadi penulis aktif di berbagai komunitas
literasi.
Tujuan menulis menurut ibu Sri Sugiastuti adalah
1.Berbagi pengalaman
2.Memotivasi diri sendiri dan orang lain
3. Supaya selalu dikenang walaupun penulis tersebut telah wafat
Beliau sampaikan beberapa trik
untuk kita dapat menulis.
1. Mencoba untuk terus menulis
2. Menulis yang dipublikasikan, artinya tulisan kita ditulis di blog atau
media sosial lainnya sehingga
tulisan kita dapat dibaca banyak orang
3. Berkumpul dengan orang yang satu passion dengan kita
4. Saling mengingatkan satu dengan yang
lain
5. Memiliki target untuk menulis
6. Memori atau tulisan yang terpendam dapat kita pilah dengan menggunakan mind mapping.
Beliau jelaskan juga bila seseorang akan membuat
buku, maka seseorang itu dapat membuat buku secara individu maupun antologi.
Kumpulan artikel atau tulisan jika akan dibukukan maka harus memenuhi jumlah
halaman yang dibutuhkan. Untuk jumlah halaman yang dapat dinilaikan atau
diperhitungkan angka kreditnya, maka jumlahnya minimal 60 halaman. Tetapi untuk
kebutuhan yang lain seperti buku kumpulan puisi dan tidak ingin dinilaikan,
kurang dari 60 halaman tidak masalah. Sedangkan untuk buku-buku yang lain,
seberapa standarnya sesuai apa yang kita ingin tuliskan. Misalnya buku itu
tuntas 100 halaman maka kita tuntaskan untuk 100 halaman itu. Namun jika kita
anggap cukup dari kerangka buku itu misalnya pada 17 sub judul atau hanya 11
tapi artikelnya lebih dari 1500 tidak masalah. Tergantung pada layoutnya.
Itulah beberapa materi yang telah disampaikan oleh
ibu Sri Sugiastuti pada malam itu.
SERATUS
RIBU
Seratus Ribu….
Sedih jika kulihat uang seratus ribu…
Sedih jika kulihat memandang
negeriku dengan melihat uang seratus ribu
Menatap uang seratus ribu teringat
kebanggaanku pada bangsaku yang dulu
Melihat uang seratus ribu teringat
semangat para pejuang yang dulu
Memegang uang seratus ribu terasa
semangat pengorbanan para Founding Father terdahulu
Kini ….
Seratus ribuku yang dulu kini hilang
kewibaannya
Seratus ribuku yang dulu kini raib
semangatnya
Seratus ribuku yang dulu kini telah lemah
tak berarti
Hilang bersama keserakahan para
politisi
Hilang bersama keserakahan
penerusnya
Hilang bersama para pengkhianat
bangsa
Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh
Pertemuan Ke 5
Nowo Beny Harjito
SMAN 4 Kediri
Belajar
jarak jauh. Pembelajaran membutuhkan 3 hal penting jika ingin terlaksana, yang
pertama adalah guru, kedua siswa dan ketiga ruang kelas. Ketiga komponen
tersebut haruslah ada. Ruang kelas sekarang bisa berbentuk virtual. Karena dengan adanya
kecanggihan teknologi seperti ini ruang kelas tidaklah menjadi suatu
permasalahan. Pada pertemuan ini yang dipandu oleh bapak Bapak Indra
Charismiadji, memaparkan tentang 4 pilar pendidikan menurut Unesco yaitu :
1.
Learning To Know (Belajar untuk tahu)
2.
Learning To Do (Belajar untuk melakukan)
3.
Learning To Be (Belajar untuk menjadi)
4.
Learning To Live Together (Belajar untuk hidup bersama)
Di
masa sekarang revolusi industri 4.0 semakin banyak pekerjaan yang akan
tergantikan oleh teknologi terkini. Menurutnya pembelajaran jarak jauh yang
efektif adalah menggunakan LMS (Learning Managemen System).
Menurut
bapak Indra ada tiga hal kunci penting sebagai framework dalam dunia
pendidikan, yaitu :
1. Infrastruktur. berkaitan dengan apa yang
akan kita gunakan dalam pembelajaran? Apakah akan terus menerus Streaming
video? Terus menerus ceramah? Maksimalkan pembelajaran online dan offline.
2. Infostruktur. Setiap sekolah sebaiknya bisa
punya domain sekolah untuk web atau untuk pembelajaran daring. Pusat data yang
terpadu. Informasi yang menyatu sekaligus aman.
3. Infokultur. Kultur era digital harus
dibangun dan dibiasakan di lingkungan sekolah.
Ketiganya
harus ada jika ingin pendidikan di abad 21 menjadi optimal. Konsep 3I Framework
ini menjadi perbincangan hangat dalam diskusi. Sebagai mana kita ketahui,
Indonesia adalah Negara kepulauan dengan masyarakat yang beragam dan rata-rata
kondisi perekonomiannya belum setabil. Kondisi geografis dan status ekonomi ini
menjadi salah kendala dalam infrastruktur pendidikan digital. Serta keadaan
jaringan yang tidak merata di Indonesia juga merupakan salah satu kendala.
PERTEMUAN
KEENAM
MENULIS
MOMEN SPESIAL SAAT MENGAJAR
Bapak
Munif Chatib

Pada
pertemuan keenam ini ada yang berbeda daripada pertemuan yang sebelumnya. Pertemuan
keenam ini dengan pemateri bapak Munif Chatib disajikan dengan menggunakan
media Video Youtube dari bapak Munif Chatib.
Bapak
munif chatib menceritakan , bahwa sebagai guru kita sering tidak menyadari
adanya suatu momen special yang terjadi di saat kita sedang melaksanaan tugas
kegiatan belajar di dalam kelas. Moment special itu sering kita lewati begitu
saja. padahal moment special jika kita tulis akan menjadikan sebuah tulisan
yang sangat special. Karena setiap moment itu sangatlah berharga bagi sebuah
karya tulis.
Dalam
penjelasannya, Bapak Munif Chatif menguraikan :
Spesial
Moment Dapat Mendatangkan Berkah Bila Guru Tahu Rahasianya
Kunci
pokok untuk mendapat spesial moment, adalah kepekaan guru dalam mengajar dan
memperhatikan siswanya.
Momen special menjadi pintu masuk ke
Memori Jangka Panjang tak terlupakan seumur hidup. Momen spesial adalah
kejadian khusus yang terjadi dalam proses pembelajaran antara guru dan siswa
baik di kelas maupun di luar kelas.
Momen spesial meliputi :
a. Perubahan motivasi
Semula tidak berminat menjadi berminat atau sebaliknya.
b. Perubahan kemampuan
Semula tidak ammpu menjadi mampu, atau sebaliknya
c. Perubahan sikap
Semula tidak rajin menjadi rajin atau sebaliknya.
Tahapan menulis momen spesial :
- Catat / rekam kejadian momen spesial saat terjadi, jangan ditunda
- Eloborasi, mancari data-data pendukung terhadap momen spesial. Data fakta, atau bertanya, imajinasi.
- Menulis dalam bentuk artikel bebas.
Cara
menulis momen spesial menurut Bapak Munif Chatib:
1.
Untuk awal tulis saja semampu kita tanpa kita khawatir salah dalam kaidah
penulisan
2.
Tuangkan semua kejadian spesial ke dalam tulisan kita
3.
Guru harus bisa memainkan 3 peran yaitu menjadi guru, orang tua dan sahabat
bagi siswa
4.
Setiap kejadian dikelas adalah cerita spesial bagi seorang guru.
5.
Saya semakin termotivasi untuk menulis
Mengapa
Memori Special Masuk Ke Memori Jangka Panjang?
Ada
5 pintu pembuka.
- First experience. Apapun kejadian atau pengalaman pertama pada siswa, itu menjadi memori jangka panjang. Misalnya semua pengalaman kita tentang apa saja pasti kita tidak akan lupa sampai saat ini.
- Relevance. Relevance adalah kejadian-kejadian yang berhubungan antara topic materi dengan kondisi siswa. Jadi antara materi dan keadaan siswa sangat berhubungan erat. Misalnya saja materi yang kita sampaikan berbeda bahkan tidak sesuai dengan kondisi siswa, maka kejadian atau materi itu langsung dilupakan.
- Rehearsal (diulang-ulang). Misalnya saja kita membaca Surah Al-Fatihah (bagi muslim) sampai diluar kepala, karena setiap sholat kita membacanya. Begitu juga dengan materi, jika kita terus-menerus mengulangnya maka materi itu menjadi memori jangka panjang.
- Emotional (perasaan).Perasaan yang dimaksud adalah perasaan seseorang, baik perasaan bahagia, takut, beci, panic, terkejut, dan lainnya. Biasanya proses pembelajaran yang memiliki muatan emosional maka akan masuk memori jangka panjang.
- Survival. Bagaimana mengajar yang mengandung unsur bertahan dalam hidup. Masalah atau hambatan dalam hidup itu pasti. Namun bagaimana kita menyelesaikan masalah itu. Cara kita dalam menyelesaikan masalah tersebut yang akan menjadi memori jangka panjang.
Pertemuan Ke Tujuh
Oleh
NOWO BENY HARJITO
SMAN 4 KEDIRI
Pada malam ini bapak Akbar
Zainudin seorang penulis buku MAN JADDA WAJADA memberikan pengalaman dalam
menulis buku. Memnurut beliau dalam menulis buku beliau mempunyai sebuah Trik
yaitu sebuah akronim yang nantinya harus di patuhi dalam menulis sebuah buku. Apa
itu akronim yang di jadikan pedoman dalam menulis buku. Akronim tersebut adalah
TOJTRP.
T = TEMA, menurut beliau dalam
menulis buku harus mempunyai tema. Bail dalam buku fiksi maupun non fiksi. Tema
adalah gambaran apa yang harus kita tulis.
O = Outline , outline adalah
daftar isi. Outline menjadi sebuah gambaran besar dalam buku kita. Daftar isi
membuat kita akan menjadi sebuah rel bagi penulisan kita.
J= Jadwal , jadwal merupakan
rahasia selesai tidaknya suatu buku yang akan kita tulis. Kadang kita
meremehkan jadwal tersebut. Sehingga buku yang akan tulis akan menjadi
berlarut-larut dalam penyelesaian
T=Tuliskan . ini adalah tantangan
terbesar dalam menulis, menulis harus berkaitan dengan jadwal. Dan kadang
banyak alasan kita dalam menulis menunda-nunda tulisan yang akan kita tulis. Dengan
berbagai alasan
R= Revisi. Kapan kita merevisi,
revisi dilakukan setelah draft tulisan tersebut selesai
Revisi ada beberapa yang perlu
kita perhatikan :
-
Revisi data dan informasi
-
Tata bahasa
-
Gaya tulisan, antara judul satu dengan yang lain
harus diselaraskan
Judul harus
menarik, judul sederhana, judulharus membuat orang lain pengen tahu
P = Penerbit. Yang terakhir
serahkan ke penerbit. Tiap penerbit mempunyai aturan yang berbeda-beda
Sebenarnya dalam penulisan buku
dan pembuatan komik yang saya alami sendiri, teknik dalam membuat komik juga
hampir sama dengan teknik membuat buku. Dalam komik pengalaman saya secara
pribadi ada beberapa langkah yang lebih panjang , langkah-langkah tersebut
TEMA = kita harus menentukan tema
cerita yang akan kita angkat
TOKOH = setelah tema kita
tuliskan maka kita tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi tokoh dalam cerita
kita
CHAPTER = Chapter dalam komik
bisa diartikan sebagai daftar isi. Kita tentukan berapa Chapter cerita kita
yang akan kita buat.
TULIS = Setelah itu kita tulis
ceritanya secara Global dalam bentuk Naskah
Story Board = atau orang awam
biasa menyebut dengan panel cerita. Story board berisi dialog percakapan serta
adegan-adegan secara sketsa kasar yang terjadi secara detil dalam cerita. Story
board berguna memudahkan illustrator dalam menggambarkan secara detil
gambar-gambar yang disajikan dalam komik yang akan kita buat.
GAMBAR = setelah storyboard selesai maka kita buat
gambar-gambar secara satu persatu per adegan.
Lay Out = tahap layout adalah
tahap memasukkan gambar-gambar ke dalam computer mulai dari memindai gambar,
kemudian memasukkan ke dalam kotak panel serta memberikan dialog secara dengan
menggunakan software corel Draw atau software yang lainnya.
Colouring = tahap Colouring
adalah tahap pewarnaan, tahap colouring bisa saja tidak menggunakan tahap ini
kalau komik yang kita gunakan hanya mengandalkan gambar manual yang telah
diberi ink-ker
Revisi = revisi disini yaitu
meneliti dialog-dialog yang telah diketik , serta gambar-gambar yang telah
dibuat apakah ada kesalahan dalam lay out atau dalam tahap colouring
Penerbit = setelah selesai maka
tugas terakhir menjadikan file komik kita yang telah selesai kita serahkan ke
pihak penerbit.
MENULIS
TANPA TEKS
RESUME
PERTEMUAN KE SEMBILAN
OLEH
: NOWO BENY HARJITO
PEMATERI
:
Budiman
Hakim

Pada
malam ini pada pertemuan ke delapan , om Jay memperkenalkan seorang Pemateri
yang bernama Budiman Hakim, pada
awal pertemuan beliau memperkenalkan diri . kemudian beliau memaparkan tenting
sebuah teknik menulis “ Menulis Tanpa Ide” menurut beliau sebuah tulisan
dikatakan menarik jika tulisan tersebut bisa menimbulkan suatu EMOSI bagi
pembacanya. Emosi pembaca dapat kita permainkan dengan tulisan kita dengan
memasukkan unsur emosi , istilah tersebut dikenal dengan sebutan Writen Block .
apa saja yang perlu kita perhatikan agar tulisan kita bisa memancing emosi
pembacanya ? ada beberapa teknik yang perlu kita perhatikan
1.
MEMANFAATKAN EMOSI.
Catat
semua kejadian yang tidak penting dalam kehidupan kita. Peristiwa-peristiwa
yang bagi orang lain adalah hal biasa tapi bagi kita adalah menjadi sebuah
catatatn khusus bagi diri kita sendiri. Pak Budiman memberi nama teknik ini
sebagai CARPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting.
2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing
emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Menurut
pak Budiman, awal keluarnya sebuah ide berasal dari saat kita menulis. Biarkan tulisan
kita mengalir dan ide itu pasti akan datang dengan sendirinya. Bagi pak Budiman
untuk menulis yang belum ada ide adalah dengan cara memancing ide itu keluar,
bagaimana cara memancing ide itu keluar ? dengan menggunakan panca indera kita
semua yang ditangkap panca indera sangat berpotensi untuk membuat tulisan
pemancing ide.
Pertenyaan yang dilontarkan oleh para
peserta :
1.
Bagaiman menulis dengan cara tanpa Ide? Mr Edi –Aceh
Jawab
: Semua materi yg saya tulis barusan adalah jawabannya.
2.
Mohon maaf. Saya Wiwin Wintarsih dari
Subang. Apakah dalam penulisan karya ilmiah, kalimat harus dalam susunan
lengkap (ada SPO)? Terima kasih.
Jawab
: Dalam penulisan ilmiah memang diperlukan bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Kan tetapi bahasa Indonesia sudah banyak berkembang.
assalamualaikum
salam
kenal om Bud.
Jawab
: Ada banyak variasinya. Kita bisa memakai kalimat aktif, kalimat pasif. Kita
bisa memakai simbol atau metafora. Tugas berat dalam penulisa ilmiah adalah
bagaimana pembaca gak bosen. Dan variasi2 di ataslah caranya.
3.
Sangat menarik tema malam
ini..."Menulis Tanpa Ide"
pertanyaan
1.strategi
apa yg harus disiapkan oleh penulis ?
Jawab
: Pilih dulu topik apa yang harus kita tulis. Saran saya pilih topik yang
paling kita kuasai. Jangan sok pinter menuliskan fiksi ilmiah padahal kita
kurang memahami masalahnya. Pembaca akan kecewa dan bisa jadi kita dibully
habis2an...
4.
Assalamu'alaikum om bud..terimakasih
atas materinya.
Yg
mau saya tanyakan.. Apakah dalam penulisan cerpenting itu ada
ketentuanya..apakah hrs sekian halaman agar bs jd satu buku?
Dan
apakah 1 buku cerpenting itu hanya memuat cerita bahagia ,lucu, sedih saja atau
blh bermacam-macam?
Terimakasih
Jawab
: Kalo nulis gak usah pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu aja sampe
selesai. Apakah jadinya 1 halaman atau 100 halaman....itu gak masalah. Yang
penting apa yang ada di dalam hati kita telah terekspresikan sepenuhnya.
5.
Materi mlm ini amat menarik.
Apa
saja ya bumbu agar tulisan kita menarik? Mohon pencerahan.
Isminatun,
Sukoharjo
Jawab
: Banyak. Misalnya kita bisa memakai kutipan orang lain. Kita bisa memasukkan
humor ke salah satu adegan cerita yang sesuai dengan konteksnya. Dan
macam-macam lagi.
6.
Mau tanya ke Om Bud:
Bagaimana
mengubah hal remeh yg terjadi dlm kehidupan sehari-hari menjadi cerita yang
menarik?
Reni
Deje_ Bantaeng, Sulsel
Jawab
: Kalo cerita remeh tersebut ternyata bisa bikin kita terharu, sedih atau
ngakak, pas kita tuliskan pasti jadinya menarik. Karena cerita yang bagus
adalah yg menggugah emosi. Jadi emosinya udah ada. Kita tinggal menuliskannya
doang.
7.
Kalau begitu ada sebagian orang yang
suka dengan tulisan kita yang ngeselin dan ada juga yang tidak suka ya pak
Rustanti,
Bojong Gede
Jawab
: Menulis itu bukan untuk menyenangkan orang lain. Menulis itu adalah untuk
menyenangkan diri sendiri. Kalo orang ternyata suka ya anggap aja itu bonus.
8.
Selamat malam Bapak.
Mohon
ijin bertanya :
Kalau
di cerpen ada twist dan di stand up comedy ada roasting. Dicerpenting apakah
sama ? Terimakasih.
Prihariyani
_ Semarang
Jawab
: Itu cuma metode aja. Kalo ternyata kita menemukan twist yang bagus silakan
dipake. Kalo kita merasa itu gak membuat tulisan kita jadi bagus ya lupakan.
Dalam penulisan gak usah dipikirin rumus-rumus. Karena menulis itu masalah
imajinasi. Dan imajinasi itu selalu ngacak tanpa ada rumusnya.
9.
Untuk mancing ide. Perlu pilih2 lokasi
ngga ya. Haddy Priady
Jawab
: Kalo mancing ikan...iya. Kalo mancing ide cukup dengan 2 metode di atas saja.
1. Memanfaatkan emosi. 2, Memancing dengan 6 benda.
10.
Bertanya
mnrt Om Bud, bgmn cara menggugah emosi kalo
suasana hati baxk tgs, apakah perlu menenangkan suasana hati dulu, Memunculkan
org baca smpi ketawa itu apa perlu bakat melawak? Jika punya bahasa datar saja
apa bisa org bikin ketawa?
Bu
Iez Lumajang
Jawab
: Tulisan harus disesuaikan dengan karakter kita. Biasanya kita suka tergugah
emosinya padah hal seperti apa? Pokoknya kalo kita tergugah emosinya ya
tuliskan! Soal jadinya lucu, sedih, ngeseli, menghibur, marah...biarkan aja
jadinya seperti apa. Pokoknya emosinya terdapat di dalamnya.
11.
untuk buku non fiksi ....apakah menulis
tanpa ide ..ini bisa juga diterapkan secara maksimal...trims.
RollyFN..
Jawab : . Bisa
dong. Karena menulis tanpa ide itu kan fungsinya untuk memancing ide.
12.
Assalamu'alaikum
Om Budi, saya tiba-tiba
dapat ide, ni. Mohon pendapatnya, ya...
Hari ini adalah hari
pertama uji coba penggunaan aplikasi zoom pada guru-guru.
Bu
Tiur sudah siap di depan laptopnya. Tiba saatnya panggilan meeting, Bu Tiur meminta
anaknya untuk ikut join meeting dengan ibu kepsek. Si Martua, anaknya Bu Tiur
kemudian minta izin ke kamar mandi, setelah membantu ibunya, untuk
menyelesaikan hajat.
Bu Kepsek: Bu Tiur
suaranya di mute kan dulu, ya.
Bu Tiur: Apa, Bu?
Diemut? Apanya yang diemut?
Bu Kepsek: Suaranya,
Bu. Suaranya.
Bu Tiur: Si Martua?
Lagi di kamar mandi, Bu.
Bu Kepsek: Aduh, bukan,
Bu. Itu lho, speakernya di mute.
Bu Tiur: Bah, Bu Kepsek
ini cemana nya? Masa saya disuruh ngemut-ngemut speaker?
Bu Kepsek: Alamak,
siapa pulak yang nyuruh ibu ngemut speaker?@#$
Siti F. R. Simamora
Tanjungbalai-Sumut
Jawab : Hahahahahaha....keren2!
13.
Pertemuan kemaren tema adalah sesuatu yang penting dalam
memulai menulis.
Karena tema besar harus ada baik buku fiksi maupun
non fiksi, karena tema merupakan gambaran isi buku.
Lalu bagaimana kita merangkai antara ide yang satu
dengan ide-ide berikutnya agar benang
merahnya tercapai
Jawab : Dalam menulis sebuah buku ada tema besar
dengan konfliknya. Namun dalam setiap bab harus ada konflik turunan/konflik
yang lebih kecil namun berintegrasi dengan topik besarnya. Itu yang membuat
buku kita bagus karena kaya dimensi.
14.
Luar biasa om Bud nyampaikan materinya
santai tapi ngena banget
Persis spt yang saya alami.
Yg saya mau tanyakan om Bud
Saat menuliskan hal2 yg tdk penting seketika itu
atau nunggu pas ada buku catatan atau kita simpan voice di hp atau bagaimana?
Anis Jatim
Jawab : Kalo saya, setiap dapet emotional moment
selalu saya tulis di HP. Di aplikasi Notes Samsung. Nanti kalo udah di rumah
saya pindahin ke laptop dan gabungkan dalam folder 'GUDANG IDE'. Semua saya
kumpulin di sana.
15.
Boleh om Bud di simpulkan Kemauan lebih
powerfull ketimbang ide.
Ridwan Nurhadi
Jawab : Pointnya bukan keuda2nya. Point adalah bahwa
kita sebagai manusia harus mempunyai creative attitude. Bahwa setiap hal-hal
kecil yg kita tangkap selalu membuat kita terpicu untuk menuliskannya.
16.
Aslmkm..sy mw nanya Om Bud..apakah
Menulis cerpenting itu tetap memperhatikan kaidah2 penulisan yg ada atau
bebas?lalu cerita yg kita tulis apakah hrs kejadian yg prnh kita alami atau
boleh imajinasi kita..tks
Firdaus_Jakarta
Jawab : #PERCAKAPAN DENGAN CARAKA
Selepas makan siang dan sholat, saya dan teman2
caraka dan satpam biasa berkumpul di pos satpam. Ga lama berselang dating salah
satu caraka bernama Jemi, lalu saya coba membuka diskusi dengan dia..
Saya
: “Jem..gw nanya jujur ke lo neh..lo kl dipanggil bu Ety mau ga..kl gw mah ga
bakal mau jem..”
Jemi
: “loh emang kenape pak fir?..pak fir kan wakil kepsek masa di panggil kepsek
bu Ety ga mau sih...”
Saya
: “ sampe kapanpun gw ga akan mw dipanggil bu Ety…lo catet yee..”sambil nada
agak tinggi dan yang lain bingung liat sikap saya.
Jemi
: “ Jangan gitu pak fir…pak fir itu harus mw dipanggil bu Ety kapan pun…”sambil
ngelus pundak saya
Saya
: “Mana mau gw dipanggil bu Ety..kan nama gw Firdaus…masa dipanggil bu
Ety…hahaha”
Jemi
: “jiaah…dasar wakil sarpras gelo…”jalan keluar pos satpam sambil ngegerundel
Dalam penulisan kita akan memasuki dua ruangan. Yang
satu ruang imajinasi. Yg lain ruang editing. Yg pertama harus kita masuki
adalah ruang imajinasi. Di sini kita harus berimajinasi sebebas2nya. Lupakan
tata bahasa, lupakan norma dan lupakan nilai2 apapun. Setelah cerita selesai
ditulis barulah kita masuki ruang editing. Di sinilah semua tata bahasa dan
nilai-nilai tadi kita masukkan. Di sinilah hati nurani menjadi sensor kita.
17.
Ide itu harus dipancing, apakah seperti
memancing ikan, semakin bagus empan pancingannya, kecenderungan semakin bagus
hasilnya?
Jawab
: Kan udah dibahas kalo mancingnya pake 6 benda?
18.
Om Bud.. jika kita membuat CERPENTING,
maka tulisan yang kita buat akan pendek-pendek saja. bagaimana kita bisa
membuatnya menjadi buku? (WIJI - Malang)
Jawab
: Udah kayak metro mini tuh P19
Bisa
kita buat menjadi kumpulan cerita pendek. Kumpulan cerita pendek banyak disukai
belakkangan ini karena anak jaman now yang sering hang out di social media
lebih terbiasa membaca cerita yang tidak terlalu panjang.
19.
Mateinya ringan tapi dahsyat.
Terasa nikmat menyimaknya dan ga berasa
belajar. Mengalir aja. Kelihatan dan terasa mudah untuk menulis. Masalahnya
adakah rumus jitu untuk merangkai kata-kata kunci yg sudah kita tuliskan.
Suheri
cikupa tangerang
Jawab
: Saya bukan penganut rumus-rumus. Karena penulisan itu masalah iamjinasi. Dan
imajinasi itu ngacak tanpa ada rumusnya.
20.
Saya sedang nulis kisah nyata, bolehkah
disisipkan cerpenting dan memancing emosi
Jawab
: Boleh dong. Salah satu fungsi cerpenting memang untuk diselipkan di
sudut-sudut buku kita. Itu adalah cara memaksa pembaca untuk membaca sampe
habis. Karena cerpenting kan sangat menghibur. Seperti intermezo lah kira2
21.
Kalau kita mengambil ide dr benda
disekitar kita seperti yg om Bud
contohkan tadi kan hanya untuk 1 paragraf saja. Lalu bagaimana kita menambah
kalimatnya untuk bisa menjadi 1 atau 2 halaman, trm ksh
Rahma
Dharmasraya Sumbar
Jawab
: Coba baca contoh cerita saya yang ini :
Brak!
PINTU kamar tidur kudorong dengan kuat sehingga menimbulkan suara menggelegar.
Aku terlalu capek sehingga langsung kubanting tubuhku di atas KASUR yang empuk.
Kepalaku mau pecah rasanya karena letih.
“Aku
benci sama kamu!!!” Tiba-tiba terdengar suara mengagetkanku..
Aku
mencari suara tersebut ternyata datangnya dari SEPATU TUA yang sedang mojok di
sudut kamar, di samping KULKAS.
“Kenapa
kok benci?” tanyaku terheran-heran kok sepatu itu bisa berbicara.
“Sejak
kau memiliki sepatu baru, kau tidak pernah peduli lagi padaku. I hate you!!”
Hah?
Sepatu lamaku cemburu dan merasa dicampakkan. Aduh! Apakah aku sudah gila?
“I
HATE YOU!!!!!!”””
Dengan
cepat aku berdiri meraih HANDUK lalu masuk ke kamar mandi. Barangkali guyuran
air dingin dari PANCURAN bisa menyegarkan tubuh dan pikiranku. Bismillah…
Kalo
saya mau bisa saya bikin jadi novel yang seru. Saya bisa menulis setiap ada
yang nginep dikosan saya selalu terbunuh. Polisi menuduh saya adalah
pembunuhnya karena gak ada orang lain lagi selain saya. Di ending cerita,
ternyata sepatu tua itulah yang membunuhnya. Sepatu tua itu rupanya sudah
dimasukin roh jahat yg enatah dari mana datangnya....
22.
Om Budiman hebat sekali. Ini asupan
ilmu yg luar bisa. Boleh nanya ketika
ngopi ada teman cerita lucu bolehkan kita tulis jd cerita tanpa ide tadi. Mksih
Jawab
: Boleh banget. Cerita yang kita dapet di internet atau WA berantai, semua bisa
kita masukin. Supaya gak melanggar copyright, sebutkan sumbernya. Kalo gak tau,
bilang aja cerita ini saya peroeh di WAG, FB dll
23.
Assalamualaikum om bud..
Bagaimana
cara melatih diksi yg baik agar enak di baca... Dan mengembangkan sebuah ide /
tanpa ide menjadi sebuah buku?
Melatih diksi
itu masalah jam terbang. Harus latian pelan-pelan. Misalnya ada kalimat
"Kau baluri lukaku dengan doa." Itu diksi yang keren, kan? Seharusnya
kan membaluri luka dengan salep. Lalu didoakan supaya sembuh. Jadi kita bisa
menggunakan kata yang tidak biasa dengan menggunaka kata kerja dari subyek yang
berbeda,
RESUME PERTEMUAN KE
11
Kunci Sukses Menjadi Guru Berprestasi
PEMATERI
Bapak Dr. Jejen
Musfah, Pemimpin Redaksi Majalah Suara Guru PB PGRI.
Juara 1
Gupres Nasional 2016
Peraih
penghargaan Princess Maha Chakri Awards (PMCA) 2017 dari Thailand
Berbicara tentang guru
berprestasi, saya langsung teringat pada guru-guru senior saya yang memiliki
prestasi hebat seperti Pak Encon. Salah satunya adalah Bu Fera Maulidya
Sukarno, Guru SMPN 1 Subang Dikutip dari Pasundan Ekspres, Bu Fera mengatakan
bahwa :
“Menjadi guru
berprestasi dan guru hebat adalah sasaran penjembatan. Sebab sungguh sasaran
utamanya adalah bagaimana kita menghebatkan peserta didik.”
Menurut Pak Encon, lomba gupres
termasuk ajang berprestasi dan bergengsi bagi seorang guru karena penilaian
gupres lebih komprehensif dan menyeluruh dari berbagai faktor.
Seorang guru harus memiliki jabatan profesional (sebagaimana
diamanatkan UU No. 14 tahun 2005) dimana jabatan ini mencakup 7 M, yaitu
:
1. Mendidik
2. Membimbing
3. Mengarahkan
4. Melatih
5. Menilai
6. Mengajar
7. Mengevaluasi
Lomba
gupres baik dari tingkat jenjang satuan pendidikan TK, SD, SMP, SMA, yang
dilaksanakan setiap tahun, memiliki tujuan antara lain :
1.
Mengangkat guru sebagai profesi terhormat mulia bermartabat dan terlindungi
2.
Meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas
profesionalnya
3.
Meningkatkan persaingan yang sehat selalu pemberian penghargaan di bidang
pendidikan
4.
Membangun komitmen mutu guru dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran menuju standar
nasional pendidikan.
Perlu diketahui bahwa lomba-lomba sejenis yang
diadakan oleh Kemendikbud seperti Inobel, LKG, OGN dan sejenisnya, itu baru
bagian terkecil dari komponen gupres. Berdasarkan kondisi itu, Pak Encon
menyarankan bagi rekan-rekan guru yang tertarik akan mengikuti ajang lomba
gupres harus dipersiapkan sejak dini.
Bagi saya dan mungkin bagi guru-guru lain GUPRES
adalah impian yang begitu indah. Ajang GUPRES adalah ajang prestisius bagi
semua Guru di Tanah Air ini. Tapi bagi saya kata GUPRES merupakan suatu
kenangan yang pahit selama hidup saya. Dan ini merupakan suatu trauma bagi
saya. Tahun 2018 saya diminta oleh SMA saya untuk ikut ajang GUPRES, dan
tawaran itu saya sambut dengan suka cita. Sudah saya persiapkan semua apa yang
harus dipersiapkan dalam kegiatan tersebut. Dan saya-pun harus menerima
perjuangan saya dengan kekecewaan. Ajang GUPRES seleksi di kota saya tidaklah
seperti di kota-kota lain, kami hanya menyetor nama dan biodata saja. tidak ada
seleksi khusus. Kami pun juga tidak tahu siapa-siapa saja yang ikut ajang
GUPRES tersebut. Alhasil suatu hari saat saya sedang ikut diklat Instruktur
Nasional Kurikulum 2013 saya bertemu dengan seseorang yang sama dengan saya
Cuma beliau ada di kabupaten sedangkan saya domisili di kota. Tetapi kami satu
Cabang Dinas. Beliau menceritakan bahwa beliau terpilih mewakili kota dan
kabupaten kami untuk maju ke ajang GUPRES , beliau sebenarnya tidak sanggup
untuk ikut ajang GUPRES tersebut. Tetapi beiau dipaksa oleh temannya yang
sekarang menjadi pejabat di kantor cabang dinas kami. Dari situlah maka saya
simpulkan bahwa masih banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam
kegiatan seleksi GUPRES tersebut. Sungguh disayangkan kalau ajang Gupres yang
bertujuan untuk menghasilkan guru-guru yang berprestasi menjadi ajang Kolusi.
Semoga kejadian-kejadian yang saya alami ini tidak akan terjadi di acara
seleksi Gupres di kota lain.
RESUME
PERTEMUAN KE 12
Oleh
: Nowo Beny Harjito
SMAN
4 Kediri
PEMATERI
: Prof. Richardus Eko Indrajit
MENULIS
BUKU DALAM SEMINGGU
Richardus
Eko Indrajit merupakan pakar teknologi yang berbakat. Tak hanya sebagai pakar,
narasumber berbagai seminar, ia juga seorang akademisi sekaligus penulis
puluhan judul buku dan ratusan jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan tingkat
nasional maupun internasional. Lebih jelasnya bisa baca pada : https://www.merdeka.com/richardus-eko-indrajit/profil/
Malam
ini Omjay memperkenalkan Prof Eko sebagai narasumber pada materi saat ini ,
beliau bercerita panjang lebar dalam diskusi malam itu, berikut ini beberapa
kutipan yang saya copas dari materi malam itu.
·
[19:15, 4/13/2020] Omjay: #10 terima
kasih pertanyaannya. beginilah kisahnya sehingga kita bertemu saat ini. #11
ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. dan yang
penting harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga tidak mudah
terserang oleh virus ini.#12 saya sudah mengajar semenjak di sekolah dasar,
waktu itu saya besar di kota terpencil Dumai di Riau. mengajar sudah menjadi
hobby saya dari kecil. sehingga tidak ada hari tanpa mengajar.#13 saya mengajar
macem-macem dari kecil. mulai dari mengajar sandi-sandi pramuka, cara main
sulap kartu, membuat perangkat elektronik, dan lain sebagainya
·
[19:16, 4/13/2020] Omjay: [19.09,
13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #14 akhirnya saya jadi dosen sekaligus konsultan
seperti sekarang ini. mengajar dan berbagai ilmu serta pengalaman sudah menjadi
DNA dalam tubuh saya.
·
[19.09, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #15
siap. sementara belum N.
·
[19.10, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #16
nah pada saat covid, saya tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap muka.
kalau saya tidak mengajar, stamina menurun, kalau stamina menurun, saya bisa
tertular virus.
·
[19.10, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #17
maka pada hari ke 5 lockdown di rumah, saya putuskan untuk mengajar via
streaming YouTube. saya ndak perduli ada atau tidak ada yang nonton, yang
penting saya ngajar agar semangat. maka saya buatlah EKOJI CHANNEL di YouTube.
·
[19.11, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #18
semuanya dimulai pada tanggal 20 Maret 2020. mengikuti seminar virtual saya
gratis, nah kalau meu pesan e-sertifikat, dikenakan biaya tambahan 10,000
rupiah - untuk membayar teman2 yang membantu administrasi.
·
[19.12, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #19
terkejutlah saya ketika seminar pertama tersebut yang ikut 600 orang - dan
hingga saat ini yang menonton youtube saya sudah 6,000 orang untuk tema pertama
yang namanya DIGITAL MINDSET. anda silahkan nonton rekamannya di YouTube.
·
[19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #20
yah lebih terkejut lagi, untuk satu seminar tersebut, yang pesan sertifikat
1,116 orang.... wuih, tiba-tiba saya dapat 11 juta dalam sehari.
·
[19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #21
akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8 pagi
saya melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang
tertarik.
·
[19.13, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #22
(ambil nafas dahulu) sambil mengetik N.
·
[19.14, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·
[19.14, 13/4/2020] Bambang Purwanto
Bandung: Luar biasa 👍😊
·
[19.14, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #23
pertanyaan berikut
·
[19.14, 13/4/2020] Bambang Purwanto
Bandung: Tepuk tangan dulu dalam hati sambil berdoa buat Prof dengan karyanya
yang luar biasa
·
[19.15, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #24
amin. amin. amin. teirima kasih semuanya.
·
[19.15, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·
[19.15, 13/4/2020] Bambang Purwanto
Bandung: Prof dari mana ide seminar di youtube kemudian mengeluarkan sertifikat
?
·
[19.16, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #25
idenya sederhana. setiap dosen khan harus membuat laporan kum untuk kenaikan
jabatan akademik. biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti
sertifikat. nah dengan adanya pandemi ini, semua seminar khan dibatalkan.
·
[19.16, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #26
artinya ada dua. mereka tidak bisa mendapatkan sertifikat (yang artinya akan
kesulitan naik jabatan akademik), dan saya sendiri kehilangan pemasukan. karena
pemasukan saya 70 persen dari seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dsb.
·
[19:20, 4/13/2020] Omjay: [19.18,
13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #27 nah semua orang yang ikut itu ternyata 80
persen adalah mereka yang pernah membli buku-buku yang saya tulis semenjak
tahun 1998. saya menulis buku juga dulu disuruh mahasiswa, karena ada krisis
ekonomi 1998, sehingga mahasiswa S2 ndak sanggup beli buku dalam mata uang
dolar. akhirnya buku saya yang pertama terbit adalah RINGKASAN dari 50 buku
bahasa Inggris yang saya pinjam di perpustakaan. untuk meringankan beban
mahasiswa yang saya ajar. Judulnya adalah Manajemen Sistem dan Teknologi
Informasi. Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.
·
[19.19, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #27
eh ternyata buku itu jadi best seller. akhirnya yang dulu ketagihan mengajar,
menjadi ketagihan menulis. saya dulu spesialis menulis bunga rampa…
·
19.19, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #28 setiap
ada satu diagram yang menarik perhatian saya, saya jelaskan dalam satu halaman
secara ringkas. sebelum tidur menulis satu halaman, seperti Oom Jay sekarang
menulis blog.
·
[19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #29 artinya
dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman. sehingga buku bisa diterbitkan.
sekarang saya sudah menulis lebih dari 75 buku yang diterbitkan, dan ratusan
artikel. di era milenium, kebanaykan buku dan tulisan saya bagikan secara
gratis
·
[19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #30
silahkan anda download free di mana-mana, seperti di situs academia, di situs
eko.id, dan lain-lain
·
[19.20, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·
[19.21, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Mantap Prof. Ya bagi para peserta yang ingi bertanya, silahkan chat saja
·
[19.21, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Kemudian berikan Nama dan tempat.
·
[19.22, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #31 di
akhir wa nanti saya akan kasih kejutan untuk semuanya yang hadir di sini
·
[19.22, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: Ok
saya lihat dulu Prof kebelakang ya 😊🙏👍
·
[19.22, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·
[19.22, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
·
[19.29, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P2
·
[19.30, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Maaf Prof.. kalau ada pertanyaan enakan mana jadi penulis atau YouTuber ? 🙏🏻
·
[19.32,
13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #41 dulu saya jadi penulis karena masih banyak
waktu luang. dan waktu itu khan belum ada internet. nah sekarang karena waktu
saya terbatas, maka saya lakukan kombinasi. kalau Sabtu Minggu saya menulis,
kalau hari biasa saya jadi Youtuber. bagi saya, buku dan youtube adalah
MARKETING BROCHURE atau MARKETING TOOLS. karena orang mengenal kita, baru
mereka mengundang kita untuk bicara di acara mereka. dari situlah saya
menghidupi keluarga saya hingga saat ini.
·
[19.32, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: N
·
[19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P3
·
[19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Selamat malam Prof. perkenankan saya supyanto dari kota bekasi, pertanyaannya
apa yang menjadi modal utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang
mau belajar menulis untuk terus bisa menulis seperti yang prof lakukan?
·
[19.34, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #42 waktu
kecil, cita-cita saya sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat
keindahan kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah saya jadi penulis,
tiba-tiba undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998
sampai 2003, saya sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu.
·
[19:35, 4/13/2020] Omjay: [19.32, 13/4/2020]
Bambang Purwanto Bandung: P3
·
[19.32, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Selamat malam Prof. perkenankan saya supyanto dari kota bekasi, pertanyaannya
apa yang menjadi modal utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang
mau belajar menulis untuk terus bisa menulis seperti yang prof lakukan?
·
[19.34, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #42 waktu
kecil, cita-cita saya sederhana. saya ingin keliling Indonesia melihat
keindahan kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah saya jadi penulis,
tiba-tiba undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998
sampai 2003, saya sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu.
·
[19:37, 4/13/2020] Omjay: [19.35, 13/4/2020] Eko
Eko Indrajit: #43 nah kemudian cita-cita berubah. ingin bisa keliling dunia,
dibayarin orang lain. mulailah saya mengunggah tulisan serta powerpoint
(biasanya powerpoint dalam bahasa Inggris) ke internet. Dan ehhhh... malah ada
undangan dari beberapa negara. Jadi motivasi saya adalah ingin keliling dunia
gratis dibayarin orang lain... karena ingin melihat berbagai keindahan ciptaan
Yang Maha Kuasa.
·
[19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #44 sampai
saat ini saya sudah hitung, telah mengunjungi 73 negara. Masih lebih dari 100
negara lagi yang saya ingin lihat. makanya sekarang saya tetap menulis dan jadi
youtuber.
·
[19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #45 maaf,
jadi youtuber baru 3 minggu sebenarnya.... (hehehe maklmulah saya generasi X)
·
[19.36, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: n
·
[19.36, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung: P4
·
[19.36, 13/4/2020] Bambang Purwanto Bandung:
Assalamualikum..andy muhtadin dari belitung timur prof.mau tanya kok bisa ya
menulis buku dalam satu minggu...bagi tipsnya pak..
·
[19.38, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #46 mohon
maaf tipsnya ada di nomor #33 sampai dengan #38. ndak usah banyak dibaca
teorinya. langsung terjun aja langsung sama saya yuk. anda buka ekoji channel, pilih judul, wa saya
pribadi, langsung tulis. seminggu pasti jadi. saya bimbing.
·
[19.38, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: $47
sekarang adalah momen paling tepat karena banyak waktu yang bisa kita
alokasikan.
·
[19.39,
13/4/2020] Assalamualaikum pak Eko , Nama Rasita dari Bengkulu : Pertanyaan : Apakah
boleh kita membuat cerita yg berbeda-beda dalam satu buku ? [19.39, 13/4/2020] Eko Eko Indrajit: #48
sangat boleh. nanti judulnya adalah sebagai berikut, misalnya: DIGITAL MINDSET:
Dilihat dari Berbagai Perspektif.
RESUME ke 13
Menulis artikel di
majalah suara
Pemateri Dr.Jejen Musfah, M.A
Selasa,
14 April 2020
Narasumber
: Dr.Jejen Musfah, M.A
Materi : Menulis Artikel di Majalah PGRI
Pada pembelajaran yang ke 13 ini om Jay memperkenalakan
pemateri yang akan tampil pada pembelajaran menulis Gelombang 7. Pembelajaran pada
hari Selasa malam, 14 April 2020 oleh bapak Dr.Jejen Musfah, M.A dimulai pada pukul 19.00 – 21.00 . Materinya
adalah Menulis Artikel di Majalah PGRI.
Awal pembukaan pemateri memperkenalkan diri beliau bernama bapak
Dr.Jejen Musfah, M.A dan langsung di berikan alamat email majalah suara guru PB
PGRI yaitu majalah.suaraguru@gmail.com.
Bilau langsung kemateri. Opini intinya gagasan
penulis atas kebijakan atau fakta pendidikan yg terjadi. Artinya opini
tidak akan pernah kehilangan topic. Kebijakan dan fakta akan pendidikan
disekitar kita akan selalu hadir. Tapi tidak semua berhasil menangkap momentum
tersebut dan menanggapinya.
Materi dalam belajar
menulis pada kesempatam ini kita diajak bagaimana tulisan kita dapat
terpublikasikan dengan baik, salah satunya melalui majalah suara guru PB PGRI.
Ini menjadi menarik ketika kita memang bisa memanfaatkan peluang ini selain ada
wadah untuk menampung kreatifitas dalam menulis, juga wahana untuk belajar
dengan sesama penulis dan yang lebih menguntungkan lagi dapat diajukan untuk
penilaian angka kredit.
Guru adalah praktisi. Majalah yang setua
PGRI sendiri sudah puluhan tahun berdiri. Tulisan bisa dimuat di online dan
offline. Dan kerennya adalah cetak 5000 eksemplar. Dibagikan ke hampir 34
provinsi. Rubriknya beragam, berisi Opini. Resensi. Sastra. Destinasi. Dll
Ayo saat kita menulis di majalah
guru, untuk mengirim artikel ke redaksi syaratnya sangat mudah hanya
menyebutkan status dan foto diri. Tulisannya bisa sesuai rubrik di atas berisi
Opini. Resensi. Sastra. Destinasi. Dll. Untuk mengirim opini maksimal 1000
kata. Kirim ke majalah.suaraguru@gmail.com.
Boleh 1 orang mengirimkan beberapa artikel ke majalah PGRI. Yang perlu
diingat! Mengirim artikel ke Suara guru PGRI tidak ada biaya dan
Tidak diberi Honor. Jika keuangan memadai mungkin kedepannya akan diberi Honor.
Apa tema tulisan yang paling disukai
untuk dimuat di majal PGRI yaitu semua tentang pendidikan yang muthakhir.
Artikel yang sudah dimuat baik secara online di website PGRI dan di majalah
PGRI tidak boleh dikirimkan ke media cetak lain. Tulisan yg dikirim ke majalah
guru baik itu untuk sastra, cerpen, puisi diutamakan yang bertema kependidikan.
Naskah yang dikirim secara online
dalam hitungan jam bisa terbit, namun utnuk majalah 2 bulan sekali. Untuk
mengetahui artikel dikatakan bagus dengan cara Baca opini2 di surat kabar
nasional, gagasan orisinil, dan bukan plagiat. Untuk mengetahui naskah kita
sudah diterbitkan bisa lihat web atau dikirim link nya oleh tim. Ayo saatnya
kita menulis dan membuat artikel dan dikirimkan ke majalah suara guru PGRI dan
memajukannya, jangan takut bagus atau buruk tulisan kita kirim saja maka kita
kan tahu tulisan kita baik atau buruk. Jangan lupa banyak membaca opini, puisi,
cerpen, dll dari Koran nasional atau web agar menjadi penulis yang baik. Ingat
penulis yang baik adalah mereka para pembaca yang baik.
Dari hasil pembelajaran semalam
dapat saya simpulkan bahwa guru sebagai seorang paktisi akademis selayaknyalah
untuk giat dalam menulis baik itu tulisan ilmiah maupun non ilmiah. PGRI
sebagai wadah organisasi mempunyai sebuah Majalah PGRI sebagai wadah karya para
guru untuk menuangkan ide dan pikirannya melalui wadah MAJALAH PGRI, karena
kebermanfaatan majalah PGRI begitu besar untuk meningkatkan prestasi guru.
RESUME ke 14
Karya inovasi dan kualitas diri
Pemateri TRI AGUS CAHYONO. M.Pd
Selasa,
15 April 2020
Narasumber
: TRI AGUS CAHYONO. M.Pd
Materi : Karya Inovasi Dan Kualitas Diri
Seperti biasanya Omjay sebelum mempersilahkan pemateri untuk
memaparkan pembelajaran omJay
memperkenalakan profil dari pemateri tersebut. Pada malam itu pemateri adalah bapak Tri
Agus Cahyono. Pembelajaran dimulai pada pukul 19.00 – 21.00 . Materinya
adalah Karya Inovasi Dan Kualitas Diri.
Seperti biasa juga saya memantau pembelajaran tersebut di
ponsel Handphone saya sambil saya membuat komik Panji yang belum selesai. Sambil
saya membuat komik saya mengikuti pemateri tersebut memaparkan materinya.
Diawali dengan perkenalan penulis lahir di Pacitan Jawa
Timur, 22 Agustus 1982. Beliau bekerja sebagai Guru di SDN Belik, Tepus, Gunungkidul.
Pengantar Pak agus adalah Hakekatnya “sebuah
karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang”.
Sesuai
taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool
Ada
6 tahapan berfikir kognitif
1.
Mengingat (C1)
2.
Memahami (C2)
3.
Menerapkan (C3)
4.
Menganalis (C4)
5.
Mengevaluasi (C5)
6.
Menciptakan (C6)
Dalam
taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses
berfikir.
Jadi
ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh
melewati tahapan-tahapan tersebut. Jangan sampai kita berinovasi tapi:
1.
Tidak tahu ilmunya
2.
Tidak paham maksudnya
3.
Tidak pernah menggunakan
4.
Tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya
5.
Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi
intinya jika kita ingin menciptakan karya inovasi maka kita harus belajar
menguasai materi keilmuan dari karya tersebut.
Ketika final lomba karya inobel yang
dinilai adalah bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi
yang paling penting adalah bagaimana penciptaannya yang akan ditelisik oleh
dewan juri melalui presentasi dan tanya jawab. Lalu bagaimana kita belajar
untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi
adalah dengan bekerja.
Setelah
kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita
pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan
akan muncul. Dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas ) akan muncul.
Nah sekarang bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya.
Kuncinya
"APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi), terang pak guru
ganteng peraih juara Inobel nasional SD bidang IPA , yaitu :
1.
Asli (jangan menjiplak)
2.
Perlu (benar2 dibutuhkan)
3.
Inovativ
4.
Konsisten
Zona
motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan Jadi jika
materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.
Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi
pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Jadi
penasaran dengan media ini
Fungsi
media ini adalah mempermudah observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg
diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya
antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit.. Disinilah ketidakpuasan
terhadap globe muncul
Kunci
Inovasi :
1.
Menemukan baru
2.
Menyempurnakan yang lama
Tahapan
dalam penilaian seleksi inobel pertama adalah seleksi:
1.
administrasi, karya tulis,
2.
workshop,
3.
final (display& presentasi)
Untuk
model atau pendekatan harus kuat dalam berteori (landasan teori) jadi menguasai
teori-teori belajar. Harus berhati-hati dalam menyusun sintak yg mirip
langkah-langkahnya dengan model yg sudah ada karena akan terdeteksi plagiat.
Kunci
lolos seleksi pertama harus membuat karya tulis yg layak lolos
Untuk
membuat karya tulis yg layak lolos uji smiliarity tipsnya
1.
Sedikit mengutip langsung
2.
Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3.
Jangan membaca buku sumber / KTI orang lain saat menulis
Syarat lolos workshop:
1.
Mengikuti kegiatan dengan baik
2.
Apa yg diulang2 narasumber lakukan
3.
Tetap fokus dan jangan minder dengan karya peserta lain
Syarat menang di final dalam lomba Inobel:
1. Berani
modal untuk display yg baik
2.
Rancangan Pencitraan sikap dalam presentasi
3.
Berdoa dan tawakal jangan terlalu senang menikmati jalan-jalan yg disediakan
panitia
Dari
hasl pembelajaran tadi malam dapat dikatakan bahwa Inovasi pembelajaran masih
berkutat dimana kita masih menginovasi seputar media pembelajaran saja bagi
saya sendiri inovasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan kita bisa menginovasi
pribadi seorang guru untuk menjadikan anak didiknya lebih semangat dan
berprestasi dalam pembelajaran. Karena masih banyak sekolah-sekolah di
Indonesia yang sarana dan prasarananya masih jauh dari kata layak.
RESUME PERTEMUAN KE 15
MENGAJAR GAYA MOTIVATOR
Bersama : Aris Ahmad Jaya

Pembelajaran
yang ke 15 ini bertema MENGAJAR GAYA MOTIVATOR yang dipandu langsung oleh bapak
Aris Ahmad Jaya. Dalam uraian
pembelajaran malam itu bapak Aris mengemukakan bagaimana kita sebgai guru harus
mempunyai Gaya/Style dalam melaksanakan pembelajaran di depan kelas. Salah satunya
yang dilakukan oleh bapak Aris adalah Mengajar Gaya Motivator. Kita akan mempelajari bagaimana
menjadi pribadi yang menarik dan menyenangkan, pribadi yang dirindukan, menjadi
pribadi yang mampu menginspirasi serta menjadikan anak didik menyenangi guru
sebelum mencintai pelajarannya.
Berdasarkan
niat, seseorang menjadi guru dibedakan menjadi dua :
1.
Guru
betulan : guru
yang memang dari awal ingin mengajar, memiliki energi untuk mengajar dan
berniat menularkan ilmunya kepada anak didiknya.
2.
Guru kebetulan : guru kebetulan ada
lowongan guru kemudian ikut mendaftar dan diterima atau setelah lulus kuliah
sambil menunggu pekerjaan mereka melamar guru dari pada menganggur dan
kebetukan -kebetulan lainya.
Sebenarnya
betulan atau kebetulan akan menjadi masalah jika mereka terus menerus tidak mau
belajar dan tidak mau menerima profesi mereka sebagai seorang guru, dan menjadi
hal yang luar biasa jika mereka mau mencintai profesinya pasti akan berbuah
manis pada anak didiknya kelak di kemudian hari.
Berdasarkan
kinerjanya, seorang guru dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1. Guru nyasar adalah guru yang
tidak mempunyai tujuan atau arah, kadang malah menyesatkan, tidak memiliki
energi dan membuat siswa jenuh. Guru ini sebaiknya segera mengundurkan diri saja.
2. Guru bayar, yaitu guru yang bekerja karena
alasan finansial atau upah atau gaji. Dia akan mengajar sesuai energi
finansial, jika tanggal muda atau saat dapat sertifikasi cerah dan antusias,
tidak konsisten, siswa tidak mendapat figur yang dapat menginspirasinya. Guru
tipe ini harus sadar bahwa banyak siswa yang menunggu inspirasi keilmuannya.
3. Guru sadar, yaitu guru yang mampu menjadikan
siswanya mencintai dirinya, mencintai pelajarannya, mencintai kehidupan karena
guru tersebut kata-katanya mampu menyadarkannya, guru yang kehadirannya
menyenangkan dan kepergiannya dirindukan, guru yang mampu menjadikan
pembelajaran lebih menyenangkan dan keilmuan jadi mengasyikkan.
Mengajar gaya motivator (MGM)
merupakan sebuah teknik dimana kita mampu menjadi seorang pendidik/guru yang
sadar dan menyadari sepenuhnya bahwa guru adalah sebuah profesi yang mulia.
Mampu menghantarkan siswanya memperoleh kepahaman keilmuan dengan baik dan
benar untuk menghadapi permasalahan – permasalan sesuai dengan jamannya.
Peran guru sesungguhnya ada 4
(empat) yang terkadang guru tidak memerankanya secara utuh.
1. Mengajar
2. Mendidik
3. Menginspirasi
4. Menggerakkkan
Peran guru bukan hanya sekedar mengajar
saja, karena sekarang banyak pembelajaran dengan metode on line baik individu
maupun klasikan tanpa kehadiran guru. Tetapi guru juga harus memasukkan nilai
karakter (nilai dan norma) dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu guru harus
mampu menginspirasi dengan menjadikan mereka dalam history bukan hanya story.
Dan guru juga harus mampu menggerakkan siswanya untuk lebih baik dan
berprestasi.
Dalam mengajar ada beberapa langkah yang
bisa dipraktekkan untuk mengajar gaya motivator.
1. Jadilah guru yang menari dan
menyenangkan.
Di
sini guru harus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang menarik (dari apa yang
dilihat). Dan guru juga layak diijinkan oleh siswanya dengan memperhatikan dan
mendengarkan. Lalu bagaimana cara agar mereka menijinkan atau membuka pintu
diri pada siswa :
a.
Masuk kelas dengan tersenyum
b. Sapa
dengan salam yang berbeda
c.
Berikan simulasi-simulasi sederhana sebelum pembelajaran
d. Apresiasi prossnya “Tangkap
basah kebaikan, tempa besi selagi panas” artinya berikan apresiasi waktu
itu juga jangan menunggu sampai kenaikan kelas.
2. Temukan titik lebihnya dan masuklah
melalui titik tersebut Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa pada
keunggulannya atau berikan momentum sesuai nilai lebihnya. Ada tiga langkah
menemukan nilai tambah pada siswa :
a.
Memberikan kesempatan hebat berdasarkan nilai lebihnya
b. Melibatkan
mereka menjadi bagian dalam permainan, bukan hanya sebagai penonton.
c.
Berikan label positif untuk mereka baik secara individu maupun klasikal.
Dengan
bahasa cinta yang cerdas seorang guru akan mendapatkan cinta dari siswanya :
1.
Bahasa cinta apresiasi
2.
Bahasa cinta komtmen dan keteladanan
3.
Bahasa cinta temukan keunggulan siswa
4.
Bahasa cinta hubungan interpersonal
5.
Bahsa cinta hargai hal-hal yang kecil
Semoga
dengan bahasa cinta itu, kita dapat kembali merebut hati mereka yang selama ini
mungkin sudah mulai luntur dan terabaikan. Kita lebih disibukkan dengan
administrasi yang meriah dan bertele-tele
dan cenderung hanya sekedar transfer
of knowledge sesuai target kurikulum. Padahal ada sesuatu yang lebih utama
dan mulia, yaitu pembetukan karakter dan kepribadian pada tunas-tunas bangsa
yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri ini.
Pembelajaran
diakhiri dengan Pak Aris metivasi kepada guru Indonesia.
“Jadilah guru yang mampu membuat
siswa betah dikelas.”
“Jadilah guru yang bisa dicintai,
dirindukan, menginspirasi, dan menjadi seorang guru yang menjadi bagian dari
sejarah dari siswa kita.
Dari pembelajaran yang telah diberikan oleh pemateri tadi
malam dapat kita simpulkan bahwa gaya mengajar sangatlah penting bagi guru,
karena yang kita hadapi adalah siswa-siswa yang juga mempunyai kepekaan hati. Jika
gaya menagajar kita bisa membuat senang mereka sehingga dapat memeotivasi diri
mereka maka tidakalah tidak mungkin prestasi dan semangat belajar mereka akan
tumbuh dengan sendirinya dengan stimulus yang kita berikan lewat gaya mengajar
kita.
RESUME PEMBELJARAN KE 16
Oleh : NOWO BENY HARJITO
SMAN 4 KEDIRI
Pemateri : Sigit
Suryono, S.Pd, M.Pd
Sebelum pembelajaran di mulai saya telah mendengar tentang
beliau dari salah satu anggota grup WA Penulis , tentang siapakah narasumber
yang akan di tampil dalam malam nanti. Akhirnya sebelum pukul tujuh malam OmJay
memperkenalkan narasumber tersebut melalui grup WA Penulis. Pembelajaran kali ini bersama narasumber yang
berasal dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau bernama Sigit
Suryono, S.Pd, M.Pd guru SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia. Kemudian
pemateri tersebut menuliskan beberapa prestasi yang beliau raih , anatara lain adalah
Finalis Lomba Media Pembelajaran KI Hajar Award tingkat Nasional Tahun 2012,
Sebagai Salah Satu Peserta Terbaik Literasi Tingkat Nasional 2017, Duta Rumah
Belajar Tk Nasional Th 2018 dan Duta Rumah Belajar Terinovatif Th 2018,
Penerima Anugrah Gubenur DIY tahun 2018 atas prestasi sebagai Duta Rumah
Belajar Terinovatif Thn 2018, dan masih banyak lagi.
Setelah memperkenalkan prestasi yang telah beliau raih
akhirnya beliau menceritakan pengalaman beliau saat menjadi juara 1 Guru
Berprestasi smp tingkat nasional tahun 2015 maupun sebagai duta rumah belajar
tahun 2018. Tema yang akan belaiu bawakan adalah “Guru Menulis dan Berprestasi . Awal pembelajaran, Beliau bercerita
ketika juara 1 Guru berprestasi ingkat Nasional pada Tahun 2015. Untuk mencapai
kejuaran tersebut, beliau menyiapkan diri sejak awal saya bekerja di SMP Negeri
1 Wonosari. Tepatnya pada saat itu saya masih CPNS diminta untuk mengikuti
kegiatan seleksi simposium tingkat Propinsi
DIY tahun 2006.
Dari
simposium tersebut, beliau mulai diminta untuk mengajar Powerpoint, flash,
blog, dan lain-lain dari sekolah-sekolah di wilayah kabapaten gunungkidul,
lintas mgmp, dan juga diminta untuk menjadi trainer kegiatan di tingkat
kabupaten maupun tingkat propinsi.
Beliau
juga bercerita banyak ajang lomba yang jajaki. Kegagalan setiap mengirimkan
karya, dan proposal berkali-kali. Namun pantang menyerah terus mencari
informasi lomba lewat web maupun blog tentang info lomba. jangan tunggu
informasi dari dinas karena pasti akan terlambat. Kegagalan-kegagalan yang ada
di depan mata saat lomba, bahkan karya terbaik yang beliau buatpun masih kalah
dalam lomba. Padalah pada saat itu karya yang beliau membuat lebih baik dari
karya peserta lomba lain. "Inilah
masalah baru bagi pemain lomba"
TIPS MENGIKUTI LOMBA TINGKAT
NASIONAL
Saat
kita benar-benar ingin mengikuti lomba tingkat nasional maka kita harus
melakukan:
- Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karya yang akan kita ikut lombkan (kecuali masih tahap awal karena hanya ingin mencoba berhasil/tidak ya gagal/tidak).
- Karya yang kita ikutkan dalam lomba bukan karya yang instan, artinya karya yang kita buat tidak maksimal karena hanya membuat karya saat akan ada lomba, namun siapkanlah karya yang dibuat itu jauh hari bahkan mungkin 1 tahun pengerjaan yang di dalamnya ada jiwa dan ruh kita, semangat kita.
- Jika kita lolos ke nasional perlu di lihat kembali apa yang akan dinilai saat kita mengikuti lomba tersebut, apakah karyanya ataukah presentasinya (hal ini sangat penting saat kita mengikuti suatu lomba).
- Siapkan diri, pribadi, mental dan juga fokus pada lomba.
- Saat presentasi lomba fokus pada materi yang akan kita sampaikan, jangan sampai keluar dan menyimpang dari presentasi yang kita siapkan karena akan banyak memakan waktu.
CARA MENJADI GURU BERPRESTASI
- Cari Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi pada tahun penyelenggaraan dilaksanakan jika belum keluar pedomannya dapat menggunakan pedoman pada tahun sebelumnya.
- Cermati isi dari pedoman tersebut berkaitan dengan proses penilaian dari tingkat Kabupaten, Tingkat propinsi, dan tingkat Nasional.
- Buat portofolio 8 tahun terakhir sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi. (kumpulkan semua karya bapak ibu guru yang sudah dibuat selama 8 tahun terakhir, untuk bukti fisik berupa Surat tugas, piagam, dll, diligalisir oleh atasan langsung). Contoh portofolio klik disini
- Persiapkan naskah inovatif dan sesuaikan cara penulisannya sesuai dengan kaidah penulisan masing-masing karya. Tampilkan karya inovasi terbaik yang bapak/ ibu guru miliki dan selalu memperhatikan dari buku pedoman pemilihan guru berprestasi tingkat nasional.[ karya bisa berupa PTK, best practice, maupun penelitian yang lainnya seperti penelitian eksperimen, penelitian R&D, dll] jangan lupa buat presentasinya menggunakan Ms Powerpoint atau yang lainnya.
- Buat makalah evaluasi diri mengapa saya layak sebagai guru berprestasi dengan tema dan tata penulisan sesuai dengan ketentuan pedoman guru berprestasi. (jika dalam pedoman tidak ada makalah evaluasi diri maka makalah ini tidak perlu dibuat).
- Persiapkan video pembelajaran untuk satu tatap muka yang mencerminkan proses pembelajaran yang benar sesuai dengan RPP yang kita buat. (syarat yang maju ke tingkat nasional)
TAHAPAN-TAHAPAN SELEKSI GURU
BERPRESTASI
Kegiatan
penilaian di masing-masing jenjang seperti yang sudah saya ikuti pada tahun
2015 meliputi:
Lomba
Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Gunungkidul:
1.
Test
tertulis meliputi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional
2.
Test
Wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Prefesional, Kompetensi
Sosial, dan Kompetensi Kepribadian.
3.
Presentasi
dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
Lomba
Guru Berprestasi Tingkat Propinsi DIY
1. Test tertulis meliputi Kompetensi
Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2. Test wawancara meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3. Psikotest
4. Presentasi dan wawancara Karya Tulis
Ilmiah.
Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional
1. Test tertulis meliputi Kompetensi
Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
2. Test wawancara meliputi Kompetensi
Pedagogik, Kompetensi Sosial, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Profesional
3. Psikotest
4. Presentasi dan wawancara Karya Tulis Ilmiah.
TIPS MENJADI DRB
Jika
menjadi DRB maka tip yang harus dilakukan adalah dengan cara mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar melalui web http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id
selanjutnya mengikuti seleksi tiap level dari level 1 sampai level 4, dan
jangan lupa kita tulis semua aktivitas dan kegiatan kita saat mengikuti seleksi
tiap level tersebut di web/ blog kita.
Selanjutnya
kita kita melakukan sosialisasi ke sekolah kita dan beberapa sekolah yang ada
di sekitar kita jangan lupa tetap di catat dan ditulis serta ada foto ataupun
video yang kita buat dan di publish di
web / blog. itu akan berguna saat kita terpilih menjadi DRB karena akan ada
seleksi kembali untuk memilih yang terbaik, terinovatif maupun terkreatif. saya
mendapatkan yang terinovatif pada saat itu karena semua kegiatan yang saya
lakukan tercatat dan bisa ditampilkan pada panitia seleksi DRB. untuk naskah
berpractice nanti saya upload berikan linknya
Diakhir
pembelajaran, beliau menyampaikan kesimpulan. Jika ingin menjadi guru
berprestasi, maka kita harus terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi agar
ilmu yang dimiliki agar bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
“Bekalilah
muridmu sesuai dunianya, karena mereka akan hidup di zaman mereka yang sangat
berbeda dengan zamanmu. dan jangan lupa Belajar dimana saja, kapan saja,
dengan siapa saja_Rumah Belajar”
Dari pembelajaran malam itu dapat kita simpulkan bahwa untuk
menjadi seorang guru yang benar-benar mempunyai prestasi di bidangnya tidaklah
mudah tapi juga tidak sulit, semangat dan rasa tidak mudah putus asa harus
ditanamkan sejak kita mulai terjun dalam ajang lomba guru berprestasi, karena
dengan mengikuti ajang-ajang tersebut pengalaman kita dan juga komunitas kita
akan bertambah serta ilmu yang bermanfaat akan bertambah pula.
Komentar
Posting Komentar